Bupati Sorong Selatan Membuka Ujian Nasional (UN)

Laporan jurnalis Agus semunya

Sorsel Pos Beritanasianal.com Bupati sorong selatan Samsudin Anggiluli, SE.MAP menghadiri serta membuka langsung ujian Nasional.

Ujian kali ini agak berbeda dengan ujian-uijian sebelumnya karena soal-soal ujian nasional di bagikan ke siswa-siswi dan siswa-siswi tersebut mengerjakan soal-soal tersebut di rumahnya masing-masing. Pada saat pembagian soal tersebut Bupati menyempatkan diri dan membagi langsung soal ujian tersebut kepada siswa-siswi yang ikut ujian tersebut, hal ini guna memberikan motivasi serta dorongan kepada siswa-siswi tersebut, kegiatan pembukaan ujian nasional tersebut di laksanakan di SMP negeri 2 teminabuan kabupaten sorong selatan propinsi Papua Barata pada senin 27/04/2020.

Selain itu lanjut bupati pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020 atau peniadaan UN berlaku untuk satuan pendidikan jenjang SMP sederajat, SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Ketetapan ini tertuang dalam surat edaran mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona/virus.

Lebih lanjut kepala sekolah  SMP begeri 1  teminabuan…mengatakan menindak lajuti  Surat Edaran Kementrian Pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 Syarat penentu kelulusan siswa bisa dengan mengadakan ujian sekolah (US) dengan syarat US tetapi tidak mengumpulkan siswa secara fisik tetapi US bisa dilakukan secara telekonferensi tetapi jika sekolah tidak siap maka US bisa dilakukan dalam bentuk portofolio atau nilai raport dan prestasi yang diperoleh sebelumnya.

Lebih lanjut kepala sekolah SMP negeri 2 teminabuan Dani Lut, S.pd mengatakan pelaksana US tidak hanya mengacu pada ujian tertulis, tetapi juga mencakup nilai raport dan prestasi yang dimiliki oleh siswa selama menempuh pendidikan. Untuk ujian tertulis materi yang akan di berikan dalam US merupakan kewenangan guru yang bersangkutan. Sekolah kini berperan sebagai penentu Kelulusan siswa dengan berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh guru.

Beliau katakan ujian nasional kali ini sangat berbeda dengan ujian nasional tahun sebelumnya sebab tergagu oleh bencana non alam yaitu wabah Virus Covid-19 maka siswa-siswi  diberikan kebebasan  ujian di rumah masing-masing ia pun katakan untuk hari pertama ini Materi yang di ujikan dalam UN adalah
1. Mati -Matika
2. Bahasa Indonesia.

Selain itu beliau berpesan agar orang tua dari siswa-siswi pun turut mengawasih di rumah agar siswa dapat mengerjakan soal-soalnya dengan baik serta tetap waspada terhadap pademi Corona.