
Laporan Baim,Pian
Pangkalpinang,Posbernas – Insiden dugaan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa di Asrama ISBA Yogyakarta yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka memicu gelombang kecaman keras dari alumni, tokoh masyarakat, hingga keluarga korban. Kasus ini dinilai mencederai nilai kemanusiaan, dunia pendidikan, serta mencoreng nama baik Bangka Belitung di perantauan.
Aliansi Reformasi Masyarakat Bangka (Armaba) 19 Yogyakarta bersama alumni ISBA menyatakan sikap tegas mendukung penuh proses hukum agar terus berjalan tanpa intervensi. Ketua Armaba Yogyakarta, Moris Purnama, menegaskan bahwa kekerasan yang dialami Ketua Asrama ISBA Yogyakarta, Dhaifu, merupakan tindakan arogan yang tidak bisa ditoleransi.
“Ini adalah bentuk penghinaan terhadap harkat dan martabat mahasiswa serta keluarga besar alumni ISBA Yogyakarta. Kami menuntut pertanggungjawaban penuh dari oknum yang terlibat,” tegas Moris dalam pernyataannya, Jumat (19/12/2025) di Pangkalpinang .
Armaba dan alumni ISBA menyampaikan delapan tuntutan, berikut tuntutanya:
1.Armaba Jogjakarta selaku Alumni Isba Jogajakarta dan asrama Isba Yogyakarta, mendukung proses hukum terus berlanjut.
2.Armaba dan Alumni Isba yang berada di Pulau Bangka mendukung upaya hukum yang dilakukan oleh pihak keluarga korban.
3.Menentang arogansi dan tindak kekerasan yang terjadi pada saudara Dhaifu yang merupakan penghinaan terhadap harkat dan martabat mahasiswa serta martabat keluarga besar Alumni Isba Yogyakarta dan meminta pertanggungjawaban dari Sekda Kabupaten Bangka atas kejadian ini.
4.Meminta kepada Bupati Kabupaten Bangka untuk dapat menindak tegas oknum Sekda Kabupaten Bangka dan Plh. Kasat Pol PP Kabupaten Bangka.
5.Meminta kepada Bupati Kabupaten Bangka untuk mencopot jabatan Sekda Kabupaten Bangka dan Plh. Kasat Pol PP Kabupaten Bangka sebagai bentuk pembelajaran.
6.Meminta kepada Bupati Kabupaten Bangka untuk melakukan audiensi kepada para Alumni Isba dan asrama
7.Meminta kepada Bupati Kabupaten Bangka terkait surat penugasan Sekda Bangka dan Plh. Kasat Pol PP Kabupaten Bangka dalam status tindakan di asrama Isba Yogyakrta.
8.Meminta audiensi kepada Gubernur Provinsi Kep. Bangka Belitung terkait status Asrama Isba dan insiden yang terjadi.
“Berdasarkan kronologis yang dihimpun dari korban, peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30–18.40 WIB ketika rombongan Pol PP Kabupaten Bangka yang dipimpin Plh Kasat Pol PP mendatangi Asrama ISBA Yogyakarta dengan dalih sidak. Namun, menurut keterangan korban, tindakan tersebut jauh dari pendekatan persuasif dan justru berujung pada dugaan pemukulan, penendangan, hingga pencekikan di dalam kamar asrama”, imbunya.
Moris menambah, korban mengaku tidak puas dengan proses mediasi awal di Polsek Gondomanan. Atas saran Armaba, kasus ini untuk dilaporkan secara resmi ke Polresta untuk diproses secara hukum. Sejumlah saksi mata juga menyebutkan adanya lebih dari satu orang yang terlibat dalam dugaan kekerasan tersebut.
Kecaman juga datang dari kalangan alumni. Alvian, alumni Asrama ISBA Yogyakarta, mengaku terpukul secara emosional atas kejadian ini. “Saya sangat mengutuk perbuatan ini. Asrama itu seperti rumah saya sendiri. Mahasiswa di sana seperti anak-anak kami. Kasus ini harus dibawa ke ranah hukum sampai tuntas,” ujarnya dengan nada tegas .
Sikap serupa disampaikan tokoh masyarakat Bangka Belitung, Ahmadi Sofyan atau yang akrab disapa Atok Kulop. Ia menilai peristiwa ini sangat memalukan dan merusak citra daerah.
“Mahasiswa itu kaum intelektual, bukan kriminal. Sosialisasi seharusnya dilakukan dengan dialog dan surat resmi, bukan dengan cara penggerebekan,” katanya .
Sementara itu, Dede Adam selaku orang tua korban dengan tegas menyatakan tidak menghendaki penyelesaian damai. Ia menuntut keadilan dan memastikan kasus kekerasan yang dialami putranya diproses hingga tuntas melalui jalur hukum.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum serta etika aparatur pemerintah dalam memperlakukan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Terpisah Plh Kasat Pol PP Indrata saat dikonfirmasi terkair eksident dugaan kekerasan di Asrama ISBA Yogyakarta mengatakan, ke pak sekda aja ya satu pintu, besok beliau press kon.” ucapnya singkat
