Laporan BM MANADO,POSBERNAS – Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan
Laporan BM
MANADO,POSBERNAS – Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan. Salah satunya dilakukan oleh Bintaljarahdam XIII/Merdeka melalui kegiatan Pembinaan Mental Rohani, Ideologi, dan Kejuangan yang digelar di Aula Pomdam XIII/Merdeka, Manado, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana dari jajaran Pomdam, Zidam, dan Paldam XIII/Merdeka. Sebanyak 93 peserta hadir mengikuti pembinaan yang berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabintaljarahdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Sudung Malau, Kalakbintaljarahdam XIII/Merdeka Letkol Caj Sunaryo, S.E., unsur pimpinan satuan, para pejabat staf, serta perwakilan dari berbagai unsur militer dan keluarga besar TNI AD.
Dalam arahannya, Kabintaljarahdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Sudung Malau menegaskan bahwa pembinaan mental merupakan fondasi utama dalam membentuk prajurit yang tidak hanya profesional dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga memiliki integritas, ketangguhan moral, serta loyalitas yang tinggi terhadap bangsa dan negara.
Menurutnya, dinamika perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks menuntut setiap prajurit untuk terus memperkuat karakter, meningkatkan kualitas diri, dan menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri TNI.
“Prajurit TNI AD harus mampu menjadi teladan di manapun berada. Kekuatan sesungguhnya bukan hanya terletak pada kemampuan fisik dan profesionalisme, tetapi juga pada keteguhan moral, keimanan, dan semangat pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga sebagai salah satu pilar utama keberhasilan dalam pengabdian. Menurutnya, keluarga yang harmonis akan melahirkan ketenangan batin dan menjadi sumber kekuatan bagi prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Selain itu, para peserta diajak untuk senantiasa menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI terus terjaga dan semakin kuat.
Sementara itu, Kalakbintaljarahdam XIII/Merdeka Letkol Caj Sunaryo, S.E. menekankan pentingnya penguatan mental ideologi dan semangat kejuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi secara bijak menjadi kebutuhan yang sangat penting agar prajurit dan keluarga besar TNI AD tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun nilai-nilai yang bertentangan dengan jati diri bangsa.
“Penguatan karakter, disiplin, wawasan kebangsaan, dan semangat kejuangan harus terus dipelihara. Nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa merupakan warisan yang harus dijadikan inspirasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan memberikan pengabdian terbaik bagi Indonesia,” ujarnya.
Melalui materi pembinaan rohani yang disampaikan, seluruh peserta juga diajak untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama dalam membangun kehidupan yang harmonis, produktif, dan penuh makna.
Kegiatan yang berlangsung secara tertib, aman, dan lancar tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter, memperteguh ideologi, serta menumbuhkan semangat pengabdian seluruh personel. Pembinaan semacam ini diharapkan mampu melahirkan prajurit dan aparatur yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan.
Dengan mental yang kuat, wawasan kebangsaan yang kokoh, dan semangat juang yang terus menyala, prajurit TNI AD diharapkan semakin siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara. (*)