Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Solar Road Stud di Jalan Raya Masjid Jamik Mati Total, Warga Pertanyakan Efektivitas Penggunaan Anggaran

Laporan Baim

PANGKALPINANG, POSBERNAS – Fasilitas Solar Road Stud yang terpasang di sepanjang ruas Jalan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang, diduga tidak lagi berfungsi. Seluruh lampu penanda jalan berbasis tenaga surya tersebut terlihat mati total, sehingga tidak dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai penuntun visual bagi pengendara, khususnya pada malam hari maupun saat kondisi hujan. Sabtu (27/06/26)

Kondisi ini menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, keberadaan Solar Road Stud merupakan bagian dari perangkat keselamatan lalu lintas yang dirancang untuk memperjelas marka jalan, meningkatkan visibilitas, serta meminimalisasi potensi kecelakaan di titik-titik yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi.

Foto: Solar Road Stud terpasang di sepanjang ruas Jalan Masjid Jamik kota Pangkalpinang mati total. (Baim)

Salah seorang warga Pangkalpinang yang setiap hari melintasi jalan tersebut mendesak pemerintah dan instansi terkait agar tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.

“Siapa pun pihak yang bertanggung jawab, tolong segera turun langsung ke lapangan dan lakukan pengecekan. Seharusnya Solar Road Stud ini menyala otomatis saat malam hari, tetapi kenyataannya tidak ada satu pun yang hidup, padahal jumlahnya cukup banyak. Jangan sampai uang negara yang digunakan untuk pengadaan fasilitas ini menjadi sia-sia,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, garis marka kuning ganda di tengah jalan kini kehilangan fungsi pendukungnya karena seluruh titik LED berwarna kuning tidak menyala.

“Harusnya lampu LED kuning itu berkedip sebagai penanda batas lajur. Sekarang yang terlihat hanya pantulan cahaya lampu kendaraan. Fungsi keselamatannya praktis hilang,” katanya.

Warga menilai kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut aspek keselamatan pengguna jalan. Jalan Masjid Jamik merupakan salah satu ruas yang ramai dilalui kendaraan, dilengkapi zebra cross, serta berada di kawasan rumah ibadah yang kerap dipadati masyarakat.

Saat hujan turun atau ketika penerangan jalan kurang memadai, keberadaan Solar Road Stud seharusnya menjadi panduan penting bagi pengendara untuk membedakan batas lajur. Namun, dengan seluruh perangkat yang tidak berfungsi, potensi terjadinya kecelakaan dinilai semakin besar.

Pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada satu pun Solar Road Stud yang menyala di sepanjang ruas tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan, pengawasan, serta efektivitas penggunaan anggaran terhadap fasilitas keselamatan jalan yang telah dipasang.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Pangkalpinang maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera melakukan inspeksi, mengidentifikasi penyebab kerusakan, serta mengambil langkah perbaikan secepatnya.

Fasilitas keselamatan lalu lintas semestinya tidak hanya dibangun sebagai pelengkap proyek, tetapi juga dipastikan berfungsi optimal demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Upaya konfirmasi ke Balai BPJN Provinsi Babel terkait persoalan Solar Road Stud yang mati total dan zebra cross yang jadi perhatian khusus untuk ditindak lanjuti masih terus dilakukan

https://www.posberitanasional.com/