Laporan Baim
JAKARTA,POSBERNAS – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa perusahaan telah mengantisipasi berbagai kemungkinan dengan menyiapkan skema pengadaan energi melalui jalur reguler, alternatif, hingga skenario darurat.
“Untuk stok BBM Itu sudah kami siapkan sebelum kejadian ini. Jadi untuk Ramadan dan Idul Fitri sudah kami siapkan, sehingga untuk masyarakat harap tenang, tetap bijak menggunakan energi, dan kami sampaikan bahwa Pertamina siap menyeluruhkan energi ke seluruh masyarakat,” ujar Baron saat ditemui di Grha Pertamina, Rabu (4/3/2026).
Menurut Baron, persiapan pasokan BBM sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum konflik di kawasan Timur Tengah terjadi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir mengenai ketersediaan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Ia menegaskan Pertamina berkomitmen memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menggunakan energi secara bijak.
“Kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah ada sekitar 19 persen, dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun emergensi. Jadi untuk ketahanan energi nasional, Pertamina telah menyampaikan sistem tersebut bisa memenuhi kebutuhan nasional,”katanya
Meski demikian, Pertamina tetap menjalankan proses distribusi melalui berbagai jalur yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan sistem tersebut, perusahaan optimistis ketahanan energi nasional tetap terjaga dan kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.
Di sisi lain, Pertamina juga terus memantau dinamika harga minyak mentah dunia. Perkembangan harga global tersebut berpotensi memengaruhi harga BBM di dalam negeri, terutama untuk jenis BBM nonsubsidi yang penetapan harganya tidak diatur langsung oleh pemerintah.
Baron menyebut hingga saat ini perusahaan masih melakukan evaluasi terhadap kemungkinan perubahan harga BBM nonsubsidi. Namun fokus utama Pertamina saat ini adalah memastikan stok energi tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Stok kami yang kemarin masih bisa menutupi dan ini terus berjalan. Stok kita akan terus berjalan dan untuk memenuhi strategi itu sedang dibangun dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait termasuk kementerian,”imbuh Baron.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengalihkan sebagian impor minyak mentah yang sebelumnya berasal dari Timur Tengah.
Sekitar 20 hingga 25 persen pasokan minyak mentah tersebut rencananya akan dialihkan ke Amerika Serikat guna memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di tengah ketidakpastian situasi geopolitik.
Bahlil juga menegaskan bahwa Indonesia tidak mengimpor bensin melalui jalur Selat Hormuz sehingga konflik di kawasan tersebut tidak akan memengaruhi pasokan komoditas tersebut. Bahkan untuk kebutuhan solar, Indonesia saat ini disebut sudah tidak lagi bergantung pada impor.
Sementara itu, untuk komoditas LPG, Indonesia masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Sekitar 30 persen impor LPG berasal dari Saudi Aramco, sedangkan sisanya dipasok dari Amerika Serikat. Adapun total impor LPG Indonesia pada tahun ini diperkirakan mencapai 7,8 juta ton.
