
Laporan Baim
BABEL ,POSBERNAS – Sebanyak 80 santri berasal dari kota/kabupaten yang ada di provinsi Bangka Belitung, terpantau hingga tenggah malam berangsur angsur bergerak menuju titik kumpul pelabuhan yang dikawal ketat mobil patwal Polres Bangka Barat (Muntok), Jumat (04/04/26)
Koordinator keberangkatan yang juga pengajar di Ponpes tersebut Ustat Surani Zamil mengatakan, kami sangat berterimaksi kepada semua pihak atas bantuan suport dan Do’a yang telah membantu proses perjalanan dari titik masing-masing keberangkatan hingga berada di titik kumpul pelabuhan muntok.” ucapnya
Lanjut Surani Zamil akrab disapa ustat Zam, Adik-andik santri sebelum naik ke kapal para santri mendapat arahan dan nasehat dari para pengurus
Foto: Para santri khusyuk menyimak pesan nasehat ustat/alumni pondok (BAIM,Zam).
“Ada 80 santri diberangkat via kapal laut tujuan pelabuhan palembang yang nantinya di jemput dua unit Bis yang akan mengantarkan para santri ke Pondok Lirboyo kota Kediri Jawa Timur, semoga perjalanan ini para santri tetap sehat dan semangat serta berjalan aman dan lancar.”ungkapnya
Para santi sebelum diberangkatkan mengikuti kegiatan Rutinan Himasal (Himpunan Alumni Santri Lirboyo) Babel (Bangka Belitung) yang diisi dengan pembacaan Hizib Hirzul Jausyan bersama alumni dan wali santri
Memiliki makna spiritual, sosial, dan edukatif yang mendalam. Kegiatan ini merupakan perpaduan antara ikhtiar batin, penguatan silaturahmi, dan pelestarian tradisi pesantren.
Konteks tradisi pesantren Lirboyo, Ikhtiar Perlindungan Spiritual (Tathawwul), Hirzul Jausyan secara harfiah berarti “Benteng Penjaga”.
Pembacaan wirid ini bermakna sebagai doa bersama untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan, bahaya, sihir, maupun tipu daya setan.
Penguatan Ikatan Silaturahmi (Roithoh),
Rutinan ini menjadi wadah pertemuan alumni santri dan wali santri, guna memperkuat hubungan batin antara alumni (kakak) dan wali santri (orang tua) dalam mendukung perjuangan santri yang masih menimba ilmu di pondok pesantren.
Pembacaan Hirzul Jausyan bersama wali santri bertujuan untuk menitipkan doa agar santri yang sedang menuntut ilmu diberikan kemudahan, pemahaman ilmu, dan perlindungan selama di pondok.
Kemudian Pelestarian Amalan Masyayikh (Tradisi Pesantren), Rutinan ini menunjukkan komitmen alumni untuk menjaga ajaran, amalan, dan tradisi yang diajarkan oleh para Kyai di Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya dalam mengamalkan hizib yang diijazahkan.
Penguatan Mental dan Karakter, Tradisi pembacaan hizib secara rutin dapat membentengi diri dan membentuk karakter yang religius, mendekatkan diri kepada Allah (taqorrub ilallah), serta menenangkan jiwa.”pungkasnya
Salah satu orang tua santri mengatakan, saya sangat bersyukur anak kami mau menempa ilmu di pondok pesantren,
“Dengan situasi pergaulan yang saat ini sudah sangat bebas anak-anak dengan mudahnya bergaul dengan lingkungan dan itu sangat besar pengaruhnya, syukur kami sekeluarga anak kami mau mondok kami sebagai orang tua santri sangat bangga, mudah- mudahan ilmu yang didapat diponpes dapat membawa manfaat dan barokah, Aamiin,”tutupnya
