
Laporan Baim
JAKARTA,POSBERNAS – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) resmi menetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII dan Dr.KH.TRI GUNAWAN HADI,S.Sos.,SPd.I.,M.Si., M.H.,sebagai Sekjen periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang berlangsung di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Pemilihan Dody berlangsung secara aklamasi dalam rapat paripurna Munas, menggantikan KH Chriswanto Santoso yang memilih tidak melanjutkan kepemimpinan karena alasan kesehatan.
Usai terpilih, Dody menegaskan bahwa fokus awal kepengurusannya adalah memperkuat konsolidasi internal di tingkat DPP. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesinambungan program kerja organisasi tetap berjalan optimal selama masa transisi.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan kontribusi LDII bagi masyarakat harus tetap terjaga, sejalan dengan pesan kepemimpinan sebelumnya.
“Seperti pesan Bapak KH Chriswanto, kita harus terus beramal saleh di masa transisi sebelum kepengurusan definitif terbentuk,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dody menyoroti pentingnya sinkronisasi gerak organisasi hingga ke seluruh tingkatan, mulai dari DPW, DPD, PC, hingga PAC. Menurutnya, kekuatan LDII terletak pada soliditas struktur hingga ke akar rumput.
Selain itu, ia juga mendorong peningkatan komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Sinergi tersebut dinilai krusial dalam mendukung program pembangunan nasional dan daerah.
“Ini adalah amanah besar. Mari kita bekerja sama dan bahu-membahu dalam mengeksekusinya,” tegas Dody.
Dalam kesempatan itu, Dody turut memberikan apresiasi kepada KH Chriswanto Santoso atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin LDII. Ia menyebut kepemimpinan sebelumnya berhasil mencetak banyak kader potensial.
“Leaders don’t create followers, they create more leaders. Itulah yang dilakukan beliau,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Dody menyatakan komitmennya untuk membawa LDII mencapai kinerja terbaik di masa mendatang.
Sementara itu, sebelum pengukuhan kepengurusan, Munas X LDII juga menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang memberikan pembekalan kepada peserta.
Dahnil menilai LDII memiliki karakter organisasi yang kuat, yakni rapi, bersih, dan kompak. Ia menyebut nilai tersebut menjadi modal penting dalam mendukung program pemerintah.
“LDII dikenal rapi, bersih, dan kompak. Ini bisa disinergikan dengan program pemerintah seperti Indonesia Bersih dan Indonesia Indah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi besar LDII dalam sektor penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam hal kedisiplinan jamaah.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang tertib dan bermartabat.
“Jamaah LDII bisa menjadi contoh praktik ibadah haji yang mencerminkan perdamaian, persaudaraan, dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Menanggapi tema geopolitik yang diangkat dalam Munas, Dahnil berharap momentum ibadah haji dapat menjadi simbol perdamaian global sekaligus sarana memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang ramah dan toleran.
“LDII lahir dari rahim Ibu Pertiwi dan Pancasila. Nilai ini bisa menjadi kekuatan soft power untuk menyebarkan pesan Islam damai ke seluruh dunia,” pungkasnya.
