Laporan Alpian
PANGKALPINANG,POSBERNAS — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini diikuti para guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk penguatan kompetensi berbahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan sekolah.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas diri melalui pelatihan dan pembekalan dari para narasumber.
“Hari ini, guru-guru kita, para tenaga kependidikan di Kota Pangkalpinang mendapatkan pelatihan, mendapatkan orientasi, mendapatkan ilmu pengetahuan dari para narasumber yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Dan tentu kami dari pemerintah kota Pangkalpinang, saya Wali Kota Pangkalpinang mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Balai Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah menyelenggarakan acara ini,” katanya.
Saparudin menekankan pentingnya keseriusan para peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut agar ilmu yang didapat dapat berdampak luas.
“Dan juga tentu kita berharap para guru kita, tenaga kependidikan kita serius mengikutinya, jangan main-main ya, jadi harus serius mengikutinya,” tegasnya.
Ia berharap peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung terhadap kemampuan berbahasa para siswa di Kota Pangkalpinang.
“Kalau kemampuan gurunya meningkat tentu kemampuan siswanya akan semakin baik,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti semakin luasnya penggunaan bahasa Indonesia, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, termasuk di lembaga pendidikan internasional.
“Tentu bahasa Indonesia tadi sudah disampaikan oleh Pak Kepala Balai, sekarang ini bahasa Indonesia itu sudah sangat meluas sekali penggunaannya, tidak hanya di dalam negeri, tapi lembaga-lembaga di luar negeri atau juga lembaga-lembaga pendidikan di luar negeri juga sudah mulai mendalami kemahiran dalam berbahasa Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mendukung peningkatan kompetensi guru.
“Tentu kami dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang,” katanya.
Menurutnya, kehadiran langsung Wali Kota dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Karena kehadiran Pak Wali Kota dalam pekerjaan bimbingan teknis ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, khususnya bagi para tenaga pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kompetensi guru.
“Ini juga menjadi sebuah wujud nyata kemitraan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kompetensi guru,” tambahnya.
Hafidz mengungkapkan, secara nasional tingkat kemahiran berbahasa Indonesia guru masih perlu ditingkatkan.
“Kalau dilihat dari kemahiran berbahasa Indonesia secara nasional, guru-guru kita itu baru sekitar 64,9% yang tingkat kemahirannya sesuai dengan standar,” jelasnya.
Hal tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan bersama mengingat peran guru sebagai teladan bagi siswa dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Guru menjadi teladan, guru menjadi contoh bagi para murid untuk dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” katanya.
Ia berharap para guru yang mengikuti kegiatan ini dapat melanjutkan dengan mengikuti UKBI sebagai instrumen pengukuran kemahiran berbahasa.
Selain itu, Hafidz juga mendorong adanya kebijakan dari pemerintah daerah agar siswa tingkat SMP dan SMA turut mengikuti UKBI.
“Harapannya nanti ada kebijakan dari pemerintah daerah Kota Pangkalpinang agar seluruh siswa di tingkat SMP dan juga SMA dapat mengikuti UKBI,” ujarnya.
Dengan demikian, UKBI dapat menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, baik bagi guru maupun siswa, serta mendukung pembangunan di bidang kebahasaan di Kota Pangkalpinang.
