Laporan jurnalis Jajat
Bogor Pos Berita Nasional — Sejumlah wali murid kelas 6 di SDN 04 Wanaherang mengeluhkan adanya iuran kegiatan study tour yang dinilai cukup memberatkan. Pasalnya, setiap siswa diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 400.000 per orang untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada senin 25 mei 2026, kegiatan study tour tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tgl 10 juni 2026 mendatang ke trans studio mall cibubur. Namun besarnya biaya yang ditetapkan menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid.
Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya disamarkan ia mengaku sebenarnya sangat terbebani dengan adanya pungutan tersebut. Ia pun menyatakan terpaksa ikut karena malu oleh walimurid yang lain dan tidak tega kalo anaknya tidak berangkat sementara teman-temannya berangkat,” ungkapnya
“Menurut informasi yang kami terima, murid kelas 6 berjumlah 61 siswa, yang tidak ikut study tour satu siswa karna walimurid tersebut tidak mau membayar iuran, namun tetap dikenakan iuran sebesar Rp 200.000 atau setengah dari biaya yang ditentukan, dengan adanya hal tersebut diduga acara study tour terlalu memaksakan sehingga para walimurid dengan terpaksa mengikutinya dengan alasan demi anak dan dan tidak mau jadi bahan omongan walimurid yang lain.
Sebelumnya gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) telah melarang keras segala bentuk kegiatan apapun dilingkungan sekolah yang dapat membebankan orang tua murid, yang salah satunya acara study tour.
Namun alih-alih atas kemauan para orang tua murid, Komite sekolah yang disebut sebagai panitia acara, banyak sekolah yang masih tetap mengadakan acara tersebut, di duga salah satunya SDN 04 wanaherang, dengan nominal biaya Rp 400.000 per murid yang dikumpulkan oleh komite sebagi modal demi keberlangsungan acara study tour yang telah direncanakan.
Saat dikonfirmasi dikantornya Kepala sekolah yang mengaku baru menjabat menyatakan tidak tahu menahu soal kegiatan tersebut, bahkan ia menjelaskan bahwasanya ia hanya PLT disekolah tersebut dan haya tugas selama tiga bulan saja,”ungkapnya
“Saya tidak tahu menahu soal kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut bukan sekolah yang mengadakan tetapi komite, namu sy bantu panggilkan komite sekolahnya,”ujarnya
Selain Kepala sekolah dan guru, disitu juga hadir yang mengaku perwakilan dari walimurid kelas 6 (Komite) diantaranya inisial Y yang bertanggung jawab atas akan diadakannya acara perpisahan dan study tour kelas 6 tersebut, bahkan iapun mengaku sudy tour tersebut atas hasil ploting dari para walimurid yang setuju untuk diadakannya study tour,” ujarnya.
“Y juga menjelaskan siswa kelas 6 yang terbagi dalam dua kelas tersebut berjumlah 61 siswa, namun yang mengikuti acara study tour berjumlah 60 siswa, satu siswa tidak ikut dengan alasan karena ortunya tidak mau ikut membayar iuran,”ungkap Y
Saat ditanya soal diduga pungutan bagi murid yang tidak bisa ikut sebesar Rp 200.000, Y mengaku dan beralasan bahwa pungutan tersebut benar adanya karena untuk biaya membeli kaos dan medali,”ujar Y kepada awak media.
Dengan adanya hal tersebut maka diduga sebagian orang tua murid memaksakan membayar iuran tersebut hanya karena tidak ingin anaknya sedih ataupun karna malu sama orang tua murid yang lain.
Dari wanaherang, Bogor Jawa Barat Pos Berita melaporkan.
