Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Bergulir, Prof Udin Ajak Warga Berikan Data Akurat

Laporan Pian

PANGKALPINANG,POSBERNAS – Pelaksanaan pendataan perdana Sensus Ekonomi Tahun 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang resmi dimulai di Rumah Dinas Residen Wali Kota Pangkalpinang, Senin (15/6/2026). Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menjadi salah satu responden pertama dalam kegiatan yang bertujuan memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, Saparudin menyampaikan bahwa kedatangan petugas BPS merupakan bagian dari pelaksanaan pendataan yang akan menjangkau seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang dalam beberapa bulan ke depan.

“Pagi ini kita kedatangan petugas dari BPS Kota Pangkalpinang untuk melaksanakan pendataan sensus ekonomi Kota Pangkalpinang tahun 2026,” ujar Saparudin.

Menurutnya, pemerintah daerah diminta untuk menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi. Karena saat ini dirinya tinggal di rumah dinas, pendataan dilakukan berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang ada di lingkungan tersebut.

“Kami telah diminta untuk menyampaikan data-data terkait dengan data kondisi sosial ekonomi,” katanya.

Saparudin menjelaskan, petugas sensus nantinya akan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, masyarakat diminta memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

“Ya, jadi kepada masyarakat Pangkalpinang selama beberapa bulan ini, nanti warga Pangkalpinang akan didatangi oleh petugas sensus ekonomi dan meminta data-data, keterangan-keterangan dari warga terkait dengan kondisi sosial ekonominya,” ujarnya.

“Dan kami mengimbau kepada masyarakat Pangkalpinang untuk memberikan data-data yang benar,” lanjutnya.

Ia juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait kerahasiaan data yang diberikan. Sebab, menurutnya, BPS menjamin seluruh informasi yang dihimpun akan dijaga kerahasiaannya.

“Dan kemudian BPS Pangkalpinang menjamin data-data itu merupakan data yang rahasia,” tegas Saparudin.

Selain menyasar masyarakat umum, pendataan juga akan mencakup para pelaku usaha. Berbagai informasi yang berkaitan dengan kondisi keluarga, pekerjaan hingga aktivitas usaha akan menjadi bagian dari data yang dikumpulkan.

“Dan kemudian juga selain masyarakat juga kepada pelaku usaha. Di antaranya data keluarga, kemudian pekerjaan, kalau ada usaha-usaha juga disampaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Saparudin menuturkan bahwa hasil sensus akan menjadi gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Pangkalpinang. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program dan kebijakan pembangunan.

“Sensus ini untuk memotret kondisi sosial ekonomi di Kota Pangkalpinang secara umum, sehingga tentunya dengan pekerjaan kondisi sosial ekonomi itu juga menjadi bahan dari pemerintah kota untuk menyusun program, menyusun kegiatan, kegiatan-kegiatan di masa yang akan datang,” katanya.

Di akhir keterangannya, Saparudin berharap seluruh petugas sensus dapat menjalankan tugas dengan lancar dan diberikan kesehatan selama proses pendataan berlangsung.

“Harapannya pada petugas dapat melaksanakan tugas yang baik, mereka diberi kesehatan tentunya, karena mereka akan datang ke semua keluarga, karena ini basisnya KK (Kartu Keluarga) jadi semua yang memiliki KK (Kartu Keluarga) akan didatangi,” tutupnya.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat dan komprehensif sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Pangkalpinang.