Kisah Inspiratif Bang Jones – Disabilitas Peternak Ayam ULU

Laporan Baim

SUNGAILIAT,POSBERNAS – Dalam situasi ekonomi yang sangat sulit saat ini sebuah kisah inspiratif tentang ketekunan dan keberhasilan datang dari seorang yang memiliki keterbatasan fisik (disabilitas) dengan kehilangan satu kakinya Bang Jones mampu menciptakan usaha peternak ayam ULU (Unggas Lestari Unggul) jenis ayam pedaging hasil persilangan antara ayam pelung dan ayam ras petelur asal Prancis yang memiliki kualitas daging menyerupai ayam kampung, Minggu (26/07/26).

Jones kini berhasil mengembangkan usahanya secara signifikan, dari awalnya puluhan ekor menjadi ratusan ekor ayam dengan berbagai lini penjualan.

Bang Jones menuturkan perjalanan awal ushanya pada Januari tahun 2025, Jones bergabung dalam kelompok Poktan Bis Katana mendapatkan dukungan moral dan material serta dibantu segala informasi mengenai Ayam ULU dari Pos Berita Nasional menjadi titik awal pengembangan peternakan ayam ULU, Jones fokus pada peningkatan kualitas dan skala produksi.

“Dimulai dengan pembenahan sistem penetasan telur, menggunakan mesin penetas sederhana untuk menghasilkan lebih banyak DOC (Day Old Chick) berkualitas dan pengembangan pakan Ayam Mandiri berbasis bahan lokal.”jelasnya

Setelah berhasil dalam penetasan, memberikan perhatian khusus pada pembesaran DOC, dengan menerapkan praktik pemeliharaan yang baik, memberikan pakan bernutrisi, dan melakukan vaksinasi secara teratur untuk memastikan anak-anak ayam tumbuh sehat dan kuat. Langkah selanjutnya adalah seleksi calon indukan yang cermat, memilih bibit betina dengan potensi produksi telur tinggi dan pejantan yang unggul.”tuturnya

Mas Adji Ketua Gapoktan Bis Katana menambahkan, Untuk menghasilkan DOC berkualitas dan calon indukan unggul membuka peluang dikembangkan lebih luas terutama untuk kaum Disabilitas.

Sebagai informasi Bobot ayam ulu saat panen berkisar antara 0,9 hingga 1 kg per ekor. Masa pemeliharaan atau panen cepat dicapai dalam waktu 50 sampai 55 hari.

Tak hanya itu, kualitas ayam pedaging hasil ternak Jones mulai mendapatkan tempat di pasar lokal. Ayam ULU dari Jones kedepannya diharapkan mulai menjadi pilihan utama bagi para pedagang kuliner dan Resto di wilayah Bangka dan Pangkal Pinang.

Keberhasilan Jones ini membuktikan bahwa dengan bantuan yang tepat dan semangat kewirausahaan yang kuat, beternak skala rumahan pun bisa dilakukan oleh kaum Disabilitas mampu meraih kesuksesan yang signifikan.

“Kisahnya diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan potensi lokal dan mengembangkan usaha secara mandiri.”pungkasnya

Usaha Bang Jones berada di Desa/Kelurahan Sri Menanti, Kec. Sungailiat, Bangka.Provinsi Bangka Belitung.