Laporan Baim
DESA SIJUK,POSBERNAS – Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Daya Saing Destinasi Ekobudaya Desa Sijuk melalui Penguatan Kapasitas Komunikasi Global Berbasis Bahasa Inggris dan Standarisasi Manajemen Keselamatan Wisatawan.” Kamis, 24 September 2026
Kegiatan ini diketuai oleh Abdurrohman Septiadi, M.Ed. beserta tim anggota seperti dr. Rosalin Ma’ruf Sp.PD dan Dr. M. Afifulloh, M.Hum dan narasumber sebagai bagian dari tim pengabdian.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Sedulang, sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan ekobudaya, khususnya di wilayah Belitung yang memiliki potensi ekobudaya contoh salah satunya adalah Desa Sijuk yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis masyarakat.
Abdurrohman Septiadi, M.Ed., mengatakan melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas masyarakat Belitung diarahkan tidak hanya pada pengenalan potensi destinasi, tetapi juga pada kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara serta pemahaman mengenai aspek keselamatan dalam kegiatan wisata.
Selain melibatkan komunitas Sedulang, kegiatan ini juga mengundang peserta dari komunitas lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar pengetahuan dan praktik yang diperoleh dalam kegiatan dapat dipahami secara lebih luas dan berpotensi diterapkan pada berbagai konteks destinasi wisata di Belitung.
Salah satu materi utama dalam kegiatan adalah komunikasi global berbasis Bahasa Inggris untuk pariwisata. Peserta mendapatkan penguatan kemampuan Bahasa Inggris dasar yang relevan dengan kebutuhan pelayanan wisata, mulai dari greeting, offering assistance, hingga giving directions.
Peserta juga diperkenalkan pada berbagai ungkapan yang dapat digunakan untuk menjelaskan destinasi, aktivitas wisata, budaya lokal, serta local experience kepada wisatawan asing. Kemampuan tersebut penting bagi pelaku dan komunitas wisata agar potensi ekobudaya Desa Sijuk dapat dikomunikasikan secara lebih efektif kepada pengunjung internasional.
Materi juga mencakup kemampuan handling questions and complaints, serta komunikasi dasar dalam situasi darurat. Dengan demikian, Bahasa Inggris tidak hanya diposisikan sebagai keterampilan percakapan, tetapi sebagai salah satu kompetensi pendukung pelayanan dan pengelolaan pengalaman wisatawan.
Selain komunikasi global, kegiatan pengabdian juga memberikan penguatan mengenai manajemen keselamatan wisatawan. Peserta diperkenalkan pada pentingnya identifikasi risiko yang mungkin muncul pada destinasi maupun aktivitas wisata.
Materi mencakup prinsip dan tanggung jawab keselamatan wisatawan, basic safety SOP, safety briefing, serta pengenalan perlengkapan keselamatan yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan aktivitas wisata. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai langkah dasar dalam menghadapi keadaan darurat, proses evakuasi, dan pelaporan insiden. Penguatan aspek keselamatan ini diharapkan dapat membantu komunitas wisata membangun praktik pengelolaan destinasi yang lebih terstruktur dan memperhatikan keamanan pengunjung.
Penguatan komunikasi Bahasa Inggris dan manajemen keselamatan menjadi bagian yang saling melengkapi dalam pengembangan destinasi ekobudaya. Kemampuan menjelaskan potensi lokal kepada wisatawan perlu berjalan seiring dengan kemampuan memberikan pelayanan yang aman dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, UBB bersama Sedulang mendorong agar pengembangan potensi ekobudaya tidak hanya berorientasi pada daya tarik destinasi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dalam berinteraksi dengan wisatawan internasional serta menerapkan prinsip keselamatan wisatawan.
Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pembelajaran antar komunitas di Belitung. Dengan melibatkan komunitas lain, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan kapasitas masyarakat pada destinasi wisata lainnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan daya saing destinasi ekobudaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Belitung yang semakin siap berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai negara.” pungkasnya
