Laporan Baim
BANGKA SELATAN,POSBERNAS — Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Bangka Belitung terus mendorong peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui program Fordas Goes to School dengan menyasar sejumlah sekolah di Kabupaten Bangka Selatan.
Program tersebut dikemas sebagai edukasi lingkungan bagi para pelajar, mulai dari pengenalan persoalan sampah, pentingnya menjaga kebersihan, pengelolaan lingkungan, hingga upaya merawat daerah aliran sungai (DAS).
Kegiatan fordas to basel terdiri dari 3 rangkaian kegiatan, yaitu fordas goes to school (peserta 100 orang pelajar dari SMA kota Toboali dan sekitarnya.), Ngupi dan bekisah (peserta 100 orang dari instansi pemkab basel, LSM, aktivis, tokoh masyarakat dan pelajar), serta lomba mutik&milah sampah (100 peserta dari SMA yg sama dengan kegiatan fordas goes to school), berlangsung selama dua hari tanggal 8-9 September 2026.
Dalam pelaksanaannya di Bangka Selatan, Fordas Babel mengunjungi sejumlah sekolah, di antaranya SMA Muhammadiyah Toboali dan SMA Negeri 1 Toboali, pelajar dilibatkan untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan perlu dibangun sejak usia sekolah.
Ketua Umum Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM, mengatakan keberadaan Fordas merupakan bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai.
Hal itu disampaikannya saat berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Menurut Fadillah, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memiliki peran dalam menginisiasi dan memfasilitasi keberadaan forum yang bergerak dalam pengelolaan DAS, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia menegaskan, Fordas merupakan organisasi nirlaba yang keberadaannya ditujukan untuk memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Ini merupakan upaya Fordas dalam membantu dan mendukung pemerintah daerah untuk menjaga daerah aliran sungai,” ujar Fadillah.
Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak dijadikan sebagai wadah untuk mengejar kepentingan pribadi maupun sekadar eksistensi.
“Fordas ini adalah organisasi nirlaba, salah besar kalau masuk Fordas mencari apa. Berorganisasi itu bukan untuk mencari eksis diri, tapi kita akan eksis jika kita besarkan organisasinya. Kuncinya adalah besarkan kapasitas diri, berprestasilah sebanyak-banyaknya,” katanya.
Fadillah menambahkan, Fordas Babel terbuka untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan lingkungan.
“Fordas Babel akan selalu siap untuk bersinergi dengan pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu kunci dalam mendorong perbaikan kondisi lingkungan di Bangka Selatan. Karena itu, edukasi kepada pelajar melalui Fordas Goes to School akan terus didorong.
“Kesempatan kita memperbaiki Basel adalah dengan kita saling bersinergi. Dan setelah ini kita akan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan agenda Fordas Goes to School,” imbuhnya.
Yudi Sapriyanto, S.Pd.,M.M., Kepala Sekolah SMAN 1 Toboali kepada media ini mengatakan, kami dari unsur pendidik sangat mengapresisasi kegiatan yang di motori Fordas Babel, dengan adanya kegiatan bersama ini dapat memberikan pembelajaran kesemua lapisan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesimbangan serta kelestarian alam yang harus selalu terjaga, minimal menjaga wilayah kita masing’-masing agar tetap terjaga kerbersihannya tidak membuang sampah sembarangan,
“kalau bukan kita siapa lagi,utamanya menumbuhkan rasa kepedulian terhadap anak-anak sejak usia dini untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi sampah plastik, mudah – mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa terus ditingkatkan tidak hanya di Basel namun umumnya dipropinsi Bangka belitung.” pungkasnya
