Momen Hari Darma Samudra dan Isra Mikraj, Danlanal Babel Bagikan 100 Box Paket Sembako

Laporan Baim

TOBOALI,POSBRERNAS – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera Tahun 2026 dan Isra Mikraj Lanal Bangka Belitung menggelar kegiatan Bakti sosial, pembagian paket sembako dan donor darah, sebanyak 100 box bantuan paket sembako yang dibagikan, kegiatan berlangsung di Kantor PMI simpang Lima Habang Toboali. Jumat (16/01/26)

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Danlanal Bangka Belitung Kolonel Marinir Yulindo, S.E., M.M., CRMP., didampingi istri tercinta, Wakil Bupati Bangka Selatan, Ketua Senkom Bangka Selatan (Muslim) beserta Anggotanya dan tamu undangan lainya

TNI Angkatan Laut (AL) melalui Danlanal Bangka Belitung langsung menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.

“Pemberian paket sembako ini tidak seberapa, setidak bisa bermanfaat membantu kebutuhan ekonomi  serta sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu khususnya penguatan kemitraan antara TNI AL dan masyarakat maritim.”sebutnya

Danlanal Babelpun tidak luput menyampaikan ucapan terimakasinya kepada Pemerintah Bangka Selatan, “Terimakasi atas dukungan dan kerja sama Pemda Bangka Selatan yang telah ikut serta  membantu hingga terlaksananya kegiatan ini.”pungkasnya

“ Salah satu penerima bantuan sebut saja Mak Ji, Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak TNI AL dan Pemda Bangka Selatan, bantuan ini sangat membantu kami, terutama saat kondisi cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat untuk melaut,”ucapnya

Hari Dharma Samudera Tahun 2026 ini, TNI Angkatan Laut mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern.”

Hari Dharma Samudera merupakan peristiwa bersejarah untuk mengenang berbagai pertempuran laut heroik yang terjadi sejak diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah mencatat keberanian prajurit laut Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan wilayah perairan nasional, mulai dari pertempuran di Selat Bali pada 4 April 1946, Teluk Cirebon 5 Januari 1947, Perairan Pulau Sapudi 13 April 1947, Teluk Sibolga 12 Mei 1947, hingga pertempuran di Muara Sungai Indragiri pada 16 November 1947.

Puncak heroisme perjuangan laut Indonesia terjadi pada 15 Januari 1962 di Laut Aru, saat tiga Motor Torpedo Boat (MTB) yakni RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang, dan RI Harimau terlibat pertempuran sengit melawan kapal kombatan Belanda. Dalam situasi genting tersebut, Komodor Yos Sudarso tetap mengobarkan semangat juang dengan seruan legendaris “Kobarkan terus semangat pertempuran”.

Gugurnya Komodor Yos Sudarso bersama tenggelamnya RI Macan Tutul menjadi simbol pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi kehormatan dan harga diri bangsa. Peristiwa inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Dharma Samudera.