
Laporan BM
Mojokerto,Posbernas – Pemberdayaan potensi wilayah pesisir dan perairan darat tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis pembangunan sumber daya manusia. Di Kabupaten Mojokerto, Jung Kwatu, klub olahraga dayung yang berlokasi di Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, hadir sebagai model pembinaan strategis yang menyatukan prestasi olahraga, penguatan karakter generasi muda, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.Minggu (18/01/26)
Jung Kwatu tidak hanya menjadi pusat pembinaan atlet dayung berprestasi, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium sosial dalam membentuk generasi muda berkarakter bahari; disiplin, tangguh, militan sportif, serta memiliki kepemimpinan dan kecintaan terhadap laut dan perairan nusantara.
Melalui pola pembinaan yang sistematis dan konsisten, olahraga dayung dijadikan pintu masuk pembentukan karakter sekaligus instrumen pembangunan wilayah.
Dampak pembinaan Jung Kwatu dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Kwatu dan sekitarnya.
Aktivitas latihan, kompetisi, dan event olahraga perairan mendorong tumbuhnya UMKM lokal, mulai dari kuliner, jasa transportasi, peralatan olahraga, hingga ekonomi kreatif berbasis potensi desa.
Selain itu, kawasan latihan dan aktivitas dayung berkembang menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism) yang meningkatkan perputaran ekonomi serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Di tingkat daerah, prestasi atlet-atlet Jung Kwatu telah mengharumkan nama Kabupaten Mojokerto dalam berbagai kejuaraan, sekaligus menjadi aset strategis dalam pembinaan olahraga prestasi menuju ajang regional, nasional, hingga nasional multi-event. Keberhasilan atlet Jung Kwatu menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis desa mampu melahirkan pejuang prestasi yang berdaya saing tinggi.
Pembina Jung Kwatu, Kolonel Marinir Kakung Priyambodo, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Ilmu Pengetahuan dan teknologi (Kadepiptek) AAL menegaskan bahwa komitmen dan konsistensi adalah fondasi utama dalam membangun generasi muda yang unggul dan berdampak luas bagi lingkungan sekitarnya.
βPembinaan generasi muda tidak boleh berhenti pada pencapaian prestasi semata. Jung Kwatu kami dorong untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus role model bagi masyarakat. Sinergi antara olahraga, UMKM, dan pengembangan destinasi wisata akan menciptakan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dan daerah dapat meningkat,β tegas Kolonel Marinir Kakung Priyambodo.
Menurutnya, pembangunan wilayah tidak dapat dipisahkan dari kualitas manusianya. Generasi muda yang berkarakter bahari, berdisiplin tinggi, dan berjiwa patriotik akan menjadi motor penggerak kemajuan desa, kabupaten, dan bangsa, sekaligus penjaga nilai-nilai maritim sebagai identitas Indonesia.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pembina, atlet, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, Jung Kwatu kini berkembang sebagai role model pemberdayaan wilayah berbasis olahraga. Tidak hanya mencetak juara di arena dayung, tetapi juga membangun ekosistem sosial-ekonomi yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan. Sebuah praktik baik yang sejalan dengan visi kebangkitan maritim Indonesia dan komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mojokerto.
