Laporan Baim
Bangka,Posbernas – Semangat kebangsaan dan optimisme generasi muda terasa kuat dalam kegiatan Roadshow Generasi Emas Indonesia (GESID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Belinyu, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini difasilitasi oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Ustad Zuhri M. Syahzali, yang hadir sebagai narasumber utama dalam menyampaikan materi mengenai pentingnya penguatan wawasan kebangsaan kepada generasi muda.
Dalam pemaparannya, Ustad Zuhri menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, seperti menjaga persaudaraan, menghargai keberagaman, serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Wawasan kebangsaan yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu menjadi penjaga nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman Indonesia,” ujar Ustad Zuhri di hadapan para peserta.
Kehadiran Ustad Zuhri dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta. Penyampaian materi yang lugas, inspiratif, serta sarat nilai kebangsaan membuat audiens terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari unsur pemuda, organisasi kepemudaan, pelajar dari beberapa sekolah di Belinyu, hingga masyarakat umum. Seluruh jajaran pengurus BPW Generasi Emas Indonesia (GESID) Babel juga turut hadir dan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ketua BPW GESID Babel, Suwardian Ramadhan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan ruang pembelajaran, motivasi, serta penguatan kapasitas bagi generasi muda, khususnya yang berada di wilayah desa.
“GESID hadir dengan semangat bahwa kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan desa. Ketika anak-anak muda desa mendapatkan akses terhadap pengetahuan, pengalaman, dan ruang belajar yang luas, maka potensi kepemimpinan mereka akan tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sengaja diinisiasi untuk membuka cakrawala berpikir generasi muda desa agar memiliki keberanian untuk berkembang, berinovasi, serta berkontribusi bagi daerahnya.
“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan belajar dan pengembangan diri tidak hanya dirasakan oleh pemuda di perkotaan, tetapi juga oleh pemuda desa. Selama ada kemauan dan semangat untuk belajar, setiap anak muda memiliki hak yang sama untuk berproses menjadi generasi yang berkualitas,” tambahnya.
Selain sosialisasi wawasan kebangsaan, kegiatan ini juga menghadirkan materi mengenai pencegahan radikalisme dan terorisme yang disampaikan oleh tim dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri. Tim tersebut terdiri dari Romi, Ibu Diana, serta rekan-rekan dari Detasemen Khusus 88 yang hadir untuk memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari ancaman paham radikal.
Dalam sesi tersebut, Romi menyampaikan materi utama mengenai bahaya radikalisme dan terorisme serta bagaimana generasi muda dapat berperan dalam mencegah penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, penyebaran paham radikal dapat terjadi melalui berbagai media informasi, sehingga generasi muda perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan serta kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi.
“Generasi muda harus menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Dengan wawasan kebangsaan yang kuat, kita dapat menangkal pengaruh paham radikal yang dapat merusak persatuan Indonesia,” ungkap Romi dalam pemaparannya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan interaktif. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang menghadirkan wawasan kebangsaan dan motivasi kepemimpinan tersebut.
Bagi masyarakat Belinyu, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat berarti. Banyak peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.
Melalui kegiatan ini, GESID Babel berharap nilai-nilai kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta wawasan kebudayaan yang ditanamkan kepada generasi muda dapat menjadi bekal penting dalam membangun Generasi Emas Indonesia 2045.
“Jika pemuda desa memiliki wawasan, karakter, dan semangat kepemimpinan yang kuat, maka bukan hanya desa yang akan maju, tetapi Indonesia secara keseluruhan,” tutup Suwardian Ramadhan.
