
Foto: Tim Muda Maritim Nusantara (MMN) saat menaiki Tambang Inkonvensional dikawasan pesisir
Laporan Baim,Dm
BANGKA,POSBERNAS — Maritim Muda Nusantara (MMN) Cabang Bangka sukses menggelar kegiatan Upgrading Kepengurusan yang berlangsung di kawasan Pantai Tanjung Ratu, Pangkalpinang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas organisasi, memperluas wawasan kemaritiman, serta membangun solidaritas antar pengurus dan anggota MMN sebagai generasi muda yang peduli terhadap masa depan wilayah pesisir dan laut di Bangka Belitung.(9/5/2026)
Kegiatan upgrading ini diikuti oleh pengurus dan anggota MMN Cabang Bangka dengan menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai instansi dan organisasi yang berkompeten di bidang kemaritiman, lingkungan hidup, konservasi, hingga kebencanaan.
Materi pertama disampaikan oleh Abdulloh, S.Hut., M.B.A dari Maritim Muda Nusantara Pusat dengan tema Wawasan Kemaritiman Nusantara. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap identitas Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan laut luar biasa.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan laut, mengembangkan potensi pesisir, serta menjadi penggerak pembangunan maritim yang berkelanjutan di daerah.
Selanjutnya, materi kedua diisi oleh WALHI Bangka Belitung yang membahas tentang Sosiologi Maritim dan Advokasi Pesisir. Dalam sesi tersebut peserta diberikan pemahaman mengenai kondisi sosial masyarakat pesisir yang selama ini sangat bergantung terhadap laut sebagai sumber kehidupan.
WALHI juga menyoroti pentingnya gerakan advokasi lingkungan dalam menjaga ruang hidup masyarakat pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan, termasuk aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem laut dan wilayah tangkap nelayan.
Materi ketiga disampaikan oleh Wawan Ridwan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tema Konservasi Laut, Pesisir, dan Potensi Bahari Berkelanjutan. Dalam sesi ini peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut serta pengelolaan potensi bahari secara berkelanjutan demi masa depan ekonomi masyarakat pesisir.
Sementara itu, materi keempat dibawakan oleh M. Adam Malik, S.AP dari BPBD dengan tema Water Safety, Water Rescue, and First Aid. Peserta dibekali pengetahuan dasar terkait keselamatan di perairan, teknik penyelamatan korban di laut, hingga pertolongan pertama dalam situasi darurat.
Ketua Umum MMN Cabang Bangka, Lakeanu, menyampaikan bahwa kegiatan upgrading bukan sekadar agenda internal organisasi, namun menjadi ruang pembentukan karakter pemuda maritim yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun generasi muda maritim yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi pesisir, lingkungan laut, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Maritim Muda Nusantara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dhimas Rivaldi Pratama. Ia menilai materi yang disampaikan para narasumber sangat relevan dengan kondisi daerah saat ini, terutama terkait ancaman terhadap kawasan pesisir dan ruang laut di Bangka Belitung.
Dhimas mengatakan, persoalan kemaritiman saat ini bukan hanya berbicara mengenai potensi laut, tetapi juga menyangkut ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas yang tidak memperhatikan keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh pemateri yang hadir karena memberikan wawasan penting kepada generasi muda maritim. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan agar pemuda memahami bagaimana menjaga ruang laut dan wilayah pesisir secara berkelanjutan,” kata Dhimas.
Ia juga menyoroti keras aktivitas pertambangan yang dinilai mulai mengancam sejumlah kawasan pesisir di Kabupaten Bangka maupun wilayah lain di Bangka Belitung, meskipun berada di luar zona wisata ataupun kawasan perikanan tangkap.
Menurut Dhimas, dampak aktivitas pertambangan di laut tidak bisa hanya dilihat dari titik lokasi IUP semata, melainkan harus memperhatikan dampak ekologis secara menyeluruh terhadap ekosistem laut, sedimentasi, hingga pengaruh terhadap mata pencaharian nelayan.
“Walaupun titik IUP berada di luar kawasan wisata atau zona tangkap nelayan, dampaknya tetap bisa dirasakan masyarakat pesisir. Kerusakan ekosistem laut, sedimentasi, hingga terganggunya hasil tangkapan nelayan merupakan persoalan nyata yang harus diperhatikan serius,” tegasnya.
Dhimas juga menekankan pentingnya pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mematuhi aturan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) sebagai dasar dalam pengelolaan ruang laut di Bangka Belitung.
Menurutnya, RZWP3K harus menjadi pedoman utama agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan antara sektor pertambangan, pariwisata, konservasi, dan wilayah tangkap nelayan.
“RZWP3K dibuat untuk menjaga keseimbangan ruang laut dan melindungi kawasan pesisir agar tetap berkelanjutan. Jangan sampai kepentingan jangka pendek justru mengorbankan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir dalam jangka panjang,” ujarnya.
Kegiatan upgrading berlangsung dengan penuh antusiasme, diskusi aktif, dan suasana kebersamaan yang hangat di kawasan Pantai Tanjung Ratu. Dengan terlaksananya kegiatan ini, MMN Cabang Bangka berharap dapat terus melahirkan generasi muda maritim yang progresif, adaptif, kritis terhadap isu lingkungan, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
