Laporan Redaksi : Bams
Jakarta, – Semangat di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, PMI Jakarta Utara kembali menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat melalui pelaksanaan pemotongan dan pembagian hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan dan sekitarnya.
Pada momentum penuh makna tersebut, Sebanyak 9 ekor sapi dan 4 ekor kambing diterima dari para donatur untuk kemudian dipotong dan dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai kebersamaan.
Dari total 9 ekor sapi tersebut, dua ekor disalurkan ke Desa Gunungsari, sementara tujuh ekor sapi lainnya dipotong di Markas PMI Kota Jakarta Utara bersama empat ekor kambing. Proses pemotongan dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan distribusi berjalan tertib, higienis, dan tepat sasaran.

Kepala Markas PMI Kota Jakarta Utara, Umar, menegaskan bahwa penyaluran hewan qurban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, PMI hadir bukan hanya sebagai lembaga kemanusiaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang terus menjaga nilai kepedulian sosial.
“Kami mendatangi langsung masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ini amanah dari para donatur, sehingga harus disampaikan tepat sasaran.
PMI memiliki tanggung jawab besar karena masyarakat adalah keluarga kami juga,” ujar Umar kepada awak media, Rabu (27/5/2026).

Sementara itu Ketua PMI Jakarta Utara Rijal, SE mengatakan”pemotongan dan pembagian daging qurban dipusatkan di Markas PMI Jakarta Utara. Setiap penerima memperoleh paket daging dengan berat sekitar 800 gram agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Hewan qurban tersebut berasal dari berbagai pihak, di antaranya Walikota Jakarta Utara, Pelindo, stakeholder, serta sejumlah mitra PMI lainnya. Kegiatan penyaluran turut diketahui oleh Lurah Tugu Selatan dan Wakil Walikota Jakarta Utara sebagai bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan PMI.
Kami juga berharap dukungan masyarakat terhadap PMI terus meningkat melalui program Bulan Dana PMI. Ia menegaskan bahwa seluruh layanan kemanusiaan PMI, termasuk ambulans gratis dan bantuan sosial lainnya, bersumber dari donasi masyarakat yang kemudian dikembalikan dalam bentuk pelayanan kemanusiaan.
“Pelayanan kepada masyarakat adalah yang utama. Sumber dana kami berasal dari masyarakat, sehingga harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan gratis,
