Ketum DPP LDII: Babel Siap Wujudkan 8 Program Pengabdian Bangsa

Laporan Tim

PANGKALPINANG,POSBERNAS – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Dody Taufiq Wijaya, Ak., M.Com., CA, tiba dipropinsi Bangka Belitung didampingi Sekjen DPP LDII Dr KH Trigunawan Hadi,S.Sos., S.Pd.I., M.Si.,MH.,  dijadwalkan menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VI LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran orang nomor satu di LDII tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong pelaksanaan berbagai program pengabdian bagi masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai.

Menjelang pelaksanaan Muswil, KH Dody Taufiq Wijaya menyampaikan keyakinannya bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar untuk menjalankan delapan program pengabdian bangsa yang menjadi fokus LDII secara nasional.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Media Gathering LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (22/7/2026).

“Saya pikir kalau di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini potensinya besar untuk menjalankan semua program, delapan program pengabdian bangsa karena SDM-nya mumpuni. Kemudian, di seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung sudah terbentuk DPD, yakni enam kabupaten dan satu kota. Pengurusnya sudah lengkap dan warga LDII juga telah terdaftar di seluruh DPD di Bangka Belitung,” ujar Dody.

Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia dan struktur organisasi hingga tingkat daerah menjadi modal utama agar seluruh program kerja LDII dapat direalisasikan secara optimal.

Ia mencontohkan, salah satu program yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Bangka Belitung adalah sektor ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Program tersebut sebelumnya telah dijalankan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam kegiatan pembibitan dan penanaman pohon.

“Hampir semua program saya yakin bisa dilaksanakan. Mungkin di tingkat kabupaten, PC maupun PAC memiliki program yang lebih spesifik sesuai kebutuhan daerah. Salah satunya terkait pembibitan dan penanaman pohon sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan lingkungan, yang merupakan salah satu dari delapan klaster program LDII,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dody menegaskan keberhasilan berbagai program kemasyarakatan tidak dapat dilakukan sendiri. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan lainnya menjadi kunci agar program yang dijalankan memberikan manfaat lebih luas.

“Perlu komunikasi yang intens untuk melibatkan seluruh stakeholder, terutama masyarakat. Kami juga mendorong kerja sama dengan ormas Islam lainnya seperti Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah dalam menjalankan berbagai program. Dengan kolaborasi, hasilnya tentu akan lebih maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan membangun komunikasi dan sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program-program pemerintah maupun organisasi masyarakat.

“Kolaborasi itu membutuhkan kemampuan komunikasi dan kerja sama, termasuk menggandeng pemerintah. Bisa saja ada program pemerintah yang sulit dieksekusi, tetapi dengan dukungan organisasi kemasyarakatan, khususnya ormas Islam seperti LDII, program tersebut dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dody menegaskan, partisipasi masyarakat merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan pembangunan.

“Kadang-kadang program pemerintah itu tidak bisa berjalan kalau tidak ada keikutsertaan masyarakat,” pungkasnya.