Laporan Baim
KOBA,POSBERNAS – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menjalankan sejumlah program strategis di bidang pendidikan sepanjang 2026. Program tersebut meliputi Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun (WAR 13 T), penanganan anak putus sekolah, digitalisasi pembelajaran serta pengembangan minat dan bakat siswa.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan anak-anak di daerah itu mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Pemkab juga melibatkan RT, RW, guru, kader posyandu dan orang tua untuk mendeteksi serta mendampingi anak yang berpotensi putus sekolah.
Algafry mengatakan pemerintah daerah menerapkan pendekatan langsung kepada masyarakat dalam menangani persoalan tersebut.
“Kita juga menerapkan program jemput bola dengan mendatangi langsung masyarakat untuk menekan angka anak putus sekolah,” ujar Algafry, Senin (1/6/2026).
Selain itu, digitalisasi pembelajaran terus dikembangkan, termasuk pelaksanaan ujian dan kegiatan akademik berbasis teknologi.
