‎Reses di Lilangan, Beliadi Kawal Keluhan Warga soal Jalan, Fasilitas Pemuda hingga Data Desil

Laporan Abim
‎
‎BELITUNG TIMUR,POSBERNAS — Persoalan infrastruktur hingga akurasi data sosial menjadi sorotan dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP, di Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (12/9/2026).
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan tokoh masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang masih menjadi persoalan di lingkungan mereka. Mulai dari kondisi jalan poros, fasilitas olahraga dan kepemudaan, hingga pendataan sosial yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat.
‎
‎Salah satu persoalan yang paling mendapat perhatian adalah kondisi jalan poros yang menghubungkan Desa Lilangan hingga Kecamatan Gantung.
‎
‎Masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Kerusakan jalan dinilai tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang menggunakan akses tersebut dalam kegiatan sehari-hari.
‎
‎
‎Selain persoalan infrastruktur, warga turut menyampaikan kebutuhan peningkatan fasilitas kepemudaan dan olahraga di Desa Lilangan.
‎
‎Masyarakat berharap adanya dukungan untuk pengadaan perlengkapan olahraga, khususnya sepak bola dan voli, sekaligus pembenahan sejumlah fasilitas pendukung yang saat ini kondisinya belum optimal.
‎
‎Beberapa persoalan yang disampaikan antara lain minimnya penerangan di area lapangan, jaring net voli yang sudah rusak, serta kondisi gawang sepak bola yang membutuhkan perbaikan.
‎
‎Menurut masyarakat, keberadaan fasilitas olahraga yang layak penting untuk mendukung aktivitas positif para pemuda sekaligus menjadi ruang berkegiatan bagi masyarakat desa.
‎
‎Persoalan lain yang tak kalah penting adalah pendataan sosial, khususnya data desil yang dinilai sejumlah warga belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya.
‎
‎Warga berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap sistem pendataan tersebut. Akurasi data dinilai penting agar program bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan tidak salah sasaran.
‎
‎Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Beliadi memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui DPRD Babel.
‎
‎Ia menegaskan, persoalan jalan, fasilitas olahraga dan kepemudaan, hingga data desil akan dibawa dalam pembahasan di tingkat DPRD serta dikoordinasikan bersama instansi terkait.
‎
‎“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi tanggung jawab kami untuk dikawal. Apa yang menjadi kebutuhan warga akan kami perjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah,” ujar Beliadi.
‎
‎Beliadi berharap, penyampaian aspirasi melalui kegiatan reses tidak berhenti pada forum pertemuan semata. Setiap persoalan yang disampaikan masyarakat diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama pemerintah dan instansi terkait, sehingga kebutuhan masyarakat dapat memperoleh solusi sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.
‎