
Laporan Baim,Pian
PANGKALPINANG,POSBERNAS – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral terkait kesiapan pelayanan dan pengamanan Hari Raya Idulfitri 2026 di ruang pertemuan Polresta Pangkalpinang, Rabu (11/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Max Mariners dan diikuti unsur TNI, organisasi perangkat daerah, Disperindag, Dishub, Satpol PP, Pelindo, BMKG, Kementerian Agama, Jasa Raharja, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Saparudin menegaskan pentingnya pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa mudik hingga pelaksanaan Idulfitri agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman.
“Pelayanan masyarakat harus dilakukan dengan baik, sehingga warga merasa aman dan nyaman saat mudik, serta arus lalu lintas berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri 2026 direncanakan kembali digelar di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang sesuai harapan masyarakat yang ingin merasakan suasana salat Id di ruang terbuka. Sementara untuk lokasi parkir, direncanakan berada di sekitar kawasan Polsek Taman Sari.
Selain itu, Saparudin mengapresiasi kesiapan Polresta Pangkalpinang, TNI, dan seluruh instansi yang terlibat dalam upaya pengamanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Max Mariners menjelaskan bahwa pengamanan Idulfitri tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Menumbing 2026.
Menurutnya, sejumlah pos pengamanan dan pelayanan akan didirikan di beberapa titik strategis, di antaranya Pos PAM BTC, Pos Yan Jalan Mentok, Pos Terpadu Pelabuhan Pangkalbalam, Pos Terpadu Bandara Depati Amir, serta Pos PAM Selindung yang melibatkan total 22 personel.
Ia mengatakan keberadaan pos-pos tersebut bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mengatur arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan selama arus mudik, arus balik, hingga masa libur Lebaran.
Operasi Ketupat Menumbing 2026 dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026 dengan melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kota Pangkalpinang, dan berbagai instansi terkait lainnya.
