Bustomi Lukas Nahkodai Demokrat Babel, Musda V Tegaskan Regenerasi dan Konsolidasi Menuju Kemenangan

Laporan BM,PN

PANGKALPINANG,POSBERNAS – Estafet kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi bergulir. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) V yang berlangsung kondusif di Hotel Aston Emidary Bangka, Sabtu (20/6/2026) malam, Bustomi Lukas terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Bangka Belitung untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Terpilihnya Bustomi merupakan hasil konsensus penuh setelah memperoleh dukungan dari tujuh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Bangka Belitung, serta seluruh unsur Fraksi Partai Demokrat di daerah.

Musda V juga mendapat perhatian langsung dari jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir secara virtual sekaligus memberikan arahan strategis kepada seluruh kader yang mengikuti forum tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa soliditas kader menjadi fondasi utama dalam menghadapi agenda politik ke depan.

“Ketua umum memberikan arahan mengenai tiga aspek penting yang menjadi penyemangat kita, yaitu rapatkan barisan, bangun kekuatan, dan rebut kemenangan,” ujar Herman, Minggu (21/6/2026).

Ia juga mengingatkan kembali keberhasilan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 yang mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, kejayaan tersebut harus menjadi motivasi untuk kembali membangun kekuatan partai melalui penguatan struktur organisasi secara berjenjang.

“Perlu membangun kekuatan melalui penguatan struktural partai dari tingkat DPP, DPD, DPC, DPAC hingga ranting dan anak ranting sesuai instrumen yang diatur dalam AD/ART partai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bangka Belitung periode sebelumnya, Rudi Kadarisman, menilai mekanisme aklamasi merupakan pilihan terbaik dalam menjaga persatuan internal partai.

“Kita memprioritaskan aklamasi agar tidak ada kader yang merasa sakit hati pasca-pemilihan, berbeda dengan voting yang kerap meninggalkan kekecewaan. Sebagai pemimpin, jika saya tidak mampu mendelegasikan kepemimpinan kepada generasi muda, maka saya menganggap diri saya tidak berhasil,” kata Rudi.

Ia menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Menurutnya, Bustomi Lukas merupakan figur muda yang memiliki visi politik, semangat, serta komitmen kuat untuk membawa Demokrat Bangka Belitung berkembang lebih jauh.

“Ketika saya tidak mampu mendelegasikan anak muda, maka saya tidak berhasil. Berdasarkan arahan Pak Sekjen, di umur saya saat ini, saya harus mampu memberikan kepercayaan kepada anak muda untuk bergerak lebih luas dan lebih berhasil. Sosok muda itu adalah Bapak Bustomi Lukas,” ujarnya.

Rudi juga mengungkapkan bahwa pertimbangan utama mendukung Bustomi bukan semata karena faktor usia yang masih 39 tahun, tetapi karena keberanian visi politik dan keseriusannya membangun partai.

“Beliau membuktikan semua dalam komitmennya. Salah satu yang luar biasa, beliau siap membangun kantor partai. Ketika dia punya keinginan besar membesarkan partai, tentu kita dukung penuh,” ungkapnya.

Bobot politik Musda V semakin kuat dengan kehadiran sejumlah petinggi DPP Partai Demokrat dari Jakarta, di antaranya Sekretaris Jenderal Herman Khaeron, Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Ossy Dermawan, serta jajaran pengurus pusat lainnya yang mengawal langsung proses transisi kepemimpinan di Bangka Belitung.

Dengan terpilihnya Bustomi Lukas secara aklamasi, Partai Demokrat Bangka Belitung menandai dimulainya babak baru kepemimpinan yang mengedepankan regenerasi, konsolidasi organisasi, serta penguatan mesin politik. Didukung struktur partai yang solid dan semangat kaderisasi, Demokrat Babel kini menatap kontestasi politik lima tahun ke depan dengan optimisme untuk memperluas basis dukungan dan meraih kemenangan.