Terungkap! Tersangka Ledakan SMAN 72 Bertindak Sendiri, Tak Terhubung Jaringan Terorisme

Laporan Baim

Jakarta,Posbernas — Polda Metro Jaya bergerak cepat menanggapi insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. Selain mengungkap fakta hukum dan motif pelaku, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa Polri bersama seluruh pemangku kepentingan terus menunjukkan empati serta mengambil langkah nyata dalam pemulihan kondisi psikologis dan keamanan di lingkungan sekolah.

“Kejadian di SMA 72 Jakarta ini yang paling penting kita semua bisa memahami bahwa dampak kepada kita sangat besar sekali. Untuk itu, kami bersama seluruh stakeholder terkait merasa perlu hadir dengan empati, melakukan pendampingan, serta mengupayakan langkah-langkah pencegahan, termasuk konseling, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” ujar Irjen Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).

Ia menegaskan, setelah pemeriksaan menyeluruh dan penyisiran lokasi kejadian, tim ahli Polri telah melakukan pembersihan area ledakan dengan hati-hati dan profesional.

“Perlu kami sampaikan juga bahwa orang yang terpercaya telah melakukan pembersihan lokasi peledakan setelah pemeriksaan dan penyisiran di area kejadian tersebut,” tambahnya.

Pelaku Bertindak Sendiri, Suka Konten Kekerasan

Dalam penyelidikan, polisi menetapkan seorang siswa yang juga korban luka sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Anak tersebut kini dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Penetapan status dilakukan karena pelaku masih di bawah umur.

Dari pemeriksaan terhadap 16 saksi, termasuk guru, keluarga, dan rekan pelajar, diketahui bahwa pelaku dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul.

“Dari hasil analisis ponsel dan aktivitas internet, pelaku ternyata tertarik pada konten kekerasan dan hal-hal ekstrem,” kata Asep.

Namun, Kapolda menegaskan bahwa aksi pelaku bukan bagian dari jaringan terorisme, melainkan tindakan pribadi.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, sementara anak ini bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu,” ujarnya.

Ledakan di Tengah Salat Jumat, Polisi Amankan Peledak yang Belum Digunakan

Ledakan terjadi pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB di area masjid SMAN 72 saat pelaksanaan salat Jumat. Meski tidak ada korban jiwa, sebanyak 96 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Pemulihan Sekolah dan Himbauan Kapolda Metro Jaya

Pasca-ledakan, Kapolda Metro Jaya memastikan situasi di SMAN 72 Jakarta telah aman dan terkendali. Proses pembersihan dan pengamanan area telah rampung, dan kegiatan belajar-mengajar ditargetkan kembali normal mulai hari ini.

“Dengan kegiatan belajar dan kegiatan mengajar ditargetkan kembali berjalan normal pada hari ini, dan insyaallah kegiatan belajar-mengajar akan dibaikkan untuk bisa berlangsung secepatnya,” ujarnya.

Asep juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu liar di media sosial.

“Kami menghimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang berada di media sosial. Kami juga ingin mengajak seluruh pihak untuk saling menjaga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, keluarga, saudara-saudara, dan anak-anak kita,” tegasnya.

Kapolda menutup dengan pesan optimistis bahwa kekuatan empati dan kebersamaan menjadi kunci untuk mencegah pengaruh negatif di masyarakat.

“Kami percaya dengan kepedulian bersama, kita semua dapat melindungi bangsa dari pengaruh negatif dan memastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan terlindung,” tutupnya.