Terkena OTT Pejabat BPN di Kota Cimahi Terkait Penerbitan PTSL, Ini Modusnya

Laporan Redaksi

Cimahi – Salah satu orang  pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi berinisial IW terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi.

Inisial IW yang menjabat sebagai Kepala Seksi Penetapan dan Pendaftaran Hak, BPN kota Cimahiitu terkena OTT pada 1 Juli 2022 karena diduga melakukan pungutan liar penerbitan sertifikat Pendaftaran Tanah Sitematis Lengkap ( PTSL).

Dalam hal ini Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi Dhevid Setiawan kepada awak media mengatakan “mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula ketika pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang melakukan permohonan untuk penertiban PTSL tahun 2021 dan dalam praktiknya, masyarakat diminta pungutan uang bervariatif dari mulai Rp 300 ribu hingga Rp 3 juta per sertifikat tanah,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kejari Cimahi ,Selasa (5/7/2022).

Uang dari pemohon tersebut lalu, kata dia, dikumpulkan melalui Ketua RT dan RW, hingga kemudian diserahkan kepada salah seorang Tenaga Harian Lepas (THL) BPN kota Cimahi yang diperintahkan IW.

“Setelah itu uang yang sudah terkumpul diserahkan THL tersebut kepada IW. Kemudian saat OTT Tim Penyidik Kota Cimahi mengamankan sejumlah uang dengan total sebanyak Rp 35.400.000,” kata Dhevid.

Lanjut mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif baik terhadap pelaku maupun saksi, total keseluruhan IW sudah menerima uang sebesar Rp 128.500.000 dari aksinya dengan memanfaatkan program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah untuk masyarakat ini.

“Oknum pegawai BPN kota Cimahi itu menjadikan program PTSL sebagai ruang untuk mencari keuntungan pribadi,” ucapnya.

Untuk saat ini, pejabat BPN yang terbukti melakukan pungli tersebut sudah dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolres Cimahi.

Dan tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan dalam rangka penyidikan lebih lanjut. Dia dijerat  pasal 12 huruf e atau pasal 11 UU Tipikor,” ujar Dhevid saat berita ini diturunkan.