Bincang santai Plt Walikota Bekasi dengan Ketua DPD IWO Indonesia Kota Bekasi

Laporan Jurnalis : Imam Wahyudi

Kota РBekasi ,Pos Berita Nasional РPlt. Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto menjadi narasumber bincang santai yang di inisiasi oleh DPD IWO Indonesia Kota Bekasi, pada hari kamis (21/07/22).

Acara Podcast atau bincang santai ini banyak mengupas “Program Kerja Plt Walikota Bekasi dalam mewujudkan Smart City Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera, Bersih, Bermartabat dan Bebas Korupsi” ini di pandu langsung oleh Ketua DPD IWO Indonesia Kota Bekasi Nio Helen sebagai wujud sinergi Pers dengan Lembaga Pemerintahan dan bentuk peran Pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Plt. Walikota Tri Adhianto mengatakan bahwa “visi Kota Bekasi adalah untuk membentuk masyarakat yang cerdas, kreatif, sejahtera dan ihsan”.

“Untuk visi cerdas pemerintah Kota Bekasi adalah untuk membentuk anak bangsa yang cerdas dengan target IPM atau program belajar 12 tahun, saat ini IPM Kota Bekasi di angka 11 tahun, tentu ada banyak hal yang masih harus dilakukan untuk mencapai target-target di sektor pendidikan” ungkap Tri Adhianto lagi.

“Untuk visi kreatif ada beberapa kegiatan dalam sektor kreatif terus kita dorong, alhamdulillah hari ini kita mendapatkan bantuan dari Gubernur Jawa Barat yaitu gedung Bekasi Kreatif Center yang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda kreatif yang memiliki visi terkait dengan kondisi Kota Bekasi”

“Tentunya ini menjadi wadah atau media anak muda di Kota Bekasi untuk mengeksplorasi diri dan menunjukan jati dirinya ke arah yang lebih positif” papar Tri kembali.

Terkait Smart City Plt. Walikota mengatakan tentunya kita sudah memiliki guidance atau panduan dan tahapan-tahapan dalam tahun pertama, kedua, ketiga, keempat hingga tahun kelima

“Namun dalam dua tahun ini kita memiliki sedikit hambatan terkait Pandemi Covid-19 sehingga seluruh konsentrasi dan kekuatan yang kita miliki terfokus kepada penanganan pandemi sehingga dalam dua tahun ini kita belum mewujudkan target Smart City yang ada”

Ketua DPD IWO Indonesia Kota Bekasi menanyakan saran dan langkah Pemerintah Kota Bekasi terkait kondisi Ekonomi masyarakat setelah melalui masa Pandemi Covid-19.

Tri mengatakan bahwa digitalisasi saat ini sudah merupakan kebutuhan, bahwa terkait generasi 4.0 tentu juga terkait siapa yang mengoperasikannya atau man behind the gun

“Saat ini kita tidak hanya mendorong digitalisasi dalam sektor ekonomi kerakyatan tapi juga dalam sektor industri dan pendidikan”

“Dalam sektor ekonomi kreatif kita bekerjasama dengan berbagai institusi, dan peran pemerintah kolaborasi dengan pengusaha, pendidikan dan stakeholder di Kota Bekasi termasuk di dalamnya LSM dan Pers”

Tri mengatakan bahwa Link and match pembangunan itu sebenernya penta helix ada peran pemerintah dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkannya.

“Berbagai digitalisasi sudah kita mulai uji coba pada retribusi pasar dan juga terkait amanat BPK tentang perubahaan sistem dan digitalisasi retribusi sampah” jelas Tri

Plt. Walikota mengatakan bahwa Smart itu tentu smart terhadap kehidupan, smart kepada lingkungan dan smart kepada goverment (Pemerintahan).

“Kita sudah punya e-open, sebentar lagi kita ada program happy dan digital lainnya yang mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan Pemerintah” ungkap Tri

Nio Helen juga dalam bincang santai ini membahas terkait tentang Program KIS PIB yang disambut baik oleh masyarakat Bekasi

Tri mengatakan untuk Kota Bekasi program KIS sudah 96 persen yang terbagi dalam Program KIS Mandiri, Perusahaan dan KIS PIB bagi warga kurang mampu.

Dalam KIS ini ada nuansa gotong royong dan subsidi silang bagaimana yang mampu membantu yang tidak mampu dalam mengcover program asuransi kesehatan

Untuk KIS PIB sendiri ada dananya dari bantuan dari dana APBD Provinsi, APBD Kota dan juga APBN Pemerintah Pusat.

Tri mengatakan KIS PIB sendiri bantuan dana dari APBD Kota kita menyiapkan 120 miliar, untuk provinsi sekitar 90 miliar sedangkan bantuan dari APBN Pemerintah pusat angkanya di atas 100 miliar.

“Itu adalah bentuk kolaborasi bagaimana agar warga Kota Bekasi tercover asuransi kesehatan dan itu bisa untuk berobat di mana saja di seluruh Indonesia” papar Tri Adhianto

Tri mengungkapkan termasuk BPJS Kota Bekasi sudah bekerjasama dengan 34 rumah sakit dan klinik swasta di Kota Bekasi

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir bahwa BPJS tidak bisa dipakai di rumah sakit swasta, tentunya bisa dengan rumah sakit swasta yang telah kita tunjuk dan menjadi mitra Pemerintah Kota Bekasi seperti rumah sakit Hermina” jelas Tri lagi.

“Tetapi memang untuk Fasilitas Kesehatan memang dilakukan di Puskesmas-puskemas dan Rumah Sakit Pemerintah”

Nio Helen juga menanyakan program dan langkah-langkah Pemerintah Kota agar Kota Bekasi lebih keren dan lebih baik kedepannya lagi

Tri mengatakan bahwa dalam masyarakat ada happines index atau indeks kebahagiaan yang tentu kita uji coba kan dalam beberapa program Pemerintah

“Seperti kemarin kita launching Bis Gratis keliling Kota Bekasi ternyata sambutannya luar biasa dari masyarakat”

“Dan untuk berjalan-jalan tentu masyarakat membutuhkan ruang terbuka yang mendukung untuk dikunjungi”

Plt. Walikota mengatakan bahwa saat ini sedang mengoptimalkan ruang terbuka dengan membangun dan mengoptimalkan fasilitas taman-taman baik di ruang terbuka di pusat kota atau perumahan-perumahan dan juga membuat sungai-sungai di Bekasi menjadi bersih sehingga dapat menjadi objek wisata dan hiburan warga Kota Bekasi.

Tri juga berkata Pemerintah Kota Bekasi juga ada Program Saving Land dimana kita membeli tanah-tanah diperkampungan untuk yang diserahkan kepada masyarakat untuk menggelar berbagai acara seperti pernikahan, sunatan, seni budaya dan acara lainnya.

“Tentu kalau di komplek perumahan biasanya sudah ada gedung untuk warga menggelar berbagai kegiatan, namun di perkampungan tentu fasilitas tersebut tidak ada, maka Pemerintah Kota mengadakan program saving land dengan membeli tanah yang dapat di manfaatkan, sehingga masyarakat perkampungan tidak perlu bingung dimana tempat untuk menggelar berbagai acara, hajatan dan berbagai kegiatan lainnya” ujar Tri Adhianto.

Terakhir Ketua DPD IWO Indonesia Kota Bekasi, Nio Helen menanyakan bagaimana peran LSM, Ormas dan Media Pers sebagai kontrol sosial di Kota Bekasi.

Tri menjawab seperti yang sudah disampaikan bahwa pembangunan di Kota Bekasi Penta Helix atau Lima Elemen, yaitu membutuhkan ikatan batin dan kolaborasi peran dari Pemerintah, Pelaku Usaha, Pendidikan, LSM dan Media Pers yang bukan sebagai objek namun juga subjek atau pelaku penggerak dalam pembangunan Kota Bekasi sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing.

“Dalam membangun Kota Bekasi tidak bisa secara parsial sebagian namun secara komprehensif atau menyeluruh dan itu membutuhkan effort atau usaha dan dukungan seluruh pihak, marilah kita bersama-sama membangun Kota Bekasi yang kita cintai ini sehingga visi Kota Bekasi yang cerdas, maju, kreatif dan ihsan bisa kita wujudkan bersama-sama” tutup Tri Adhianto.