Miris Dampak Akibat pencemaran limbah warga Dusun Sengkuang Daok, Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau Meradang.

Laporan Jurnalis : Laporan Jurnalis : Oliver celvin Wangge/ Alberto Alwi Wangge

SANGGAU ,Pos Berita Nasional Grup – Diduga aliran sungai kapuas di Kuala Buayan tercemar pembuangan limbah tambang bauksit milik PT. Mandara Prima Nusantara (MPN). Sehingga air menjadi keruh dan tidak bisa dikonsumsi oleh warga sekitar.

Terkait adanya pencemaran limbah tersebut warga Dusun Sengkuang Daok, Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau Meradang.

Soalnya semalam hujan
Dan salah satu sungai keruh dan menguning serta gatal gatal untuk di pakai mandi akibat limbah boksit dan air itu mengalir ke sungai besar kapuas ucap salah satu warga Amansyah Kelahiran Dusun Sengkuang daok.

Aliran Sungai yang mengalir melewati Sungai Dusun Sengkuang Daok Diduga Tercemar Oleh Limbah Boksit PT MPN Mandala Prima Nusantara yang Sekarang Sudah Ganti Bendera Menjadi PT DSM Dinamika Sejahtera Mandiri.

Dan menurut penuturan warga Dusun Sengkuang Daok ini Aliran yang Tercemar sangatlah panjang dan melewati dusun Sengkuang daok serta pinggiran desa Kuala Buayan hingga menyusuri sampai ke sungai Kapuas sehingga sungai Tersebut Biasa di gunakan masyarakat untuk Mandi dan Minum akibat kejadian ini menimbulkan banyak penyakit saat di gunakan .

Dan contohnya di gunakan untuk mandi dampak menyebabkan gatal gatal sehingga banyak di sesalkan oleh masyarakat Karna tidak adanya penanggung jawab yg di lakukan baik dari pihak PT DSM maupun dari kepemerintahan setempat ” ucapnya.

Warga lain nya Agus Susanto selaku ketua RT juga menambahkan yang sangat disesali akibat dampak pencemaran tersebut air yang mereka gunakan untuk mereka mandi sudah banyak bercampur lumpur berwarna kuning dan bau menyengat kan.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat terutama untuk kebutuhan air bersih. Kebutuhan masyarakat terhadap air dimulai dari kebutuhan untuk air minum sampai kebutuhan untuk sanitasi. Nampun Sepanjang aliran sungai Kapuas sudah mengalami pencemaran.

Kami meminta agar pemerintah setempat memperhatikan Persoalan limbah tambang di Kabupaten Sanggau sepertinya tidak akan pernah berakhir. Hal itu karena tidak pernah ada tindakan tegas dari pemerintah bahkan aparat penegak hukum atas ulah perusahaan tambang nakal di beberapa lokasi di bumi daranante.

Sungai Buayan adalah bagian urat nadi kehidupan masyarakat untuk minum dan MCK (mandi, cuci dan kakus), kini sudah tercemar limbah yang membahayakan.

Kami sangat berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah, aparat keamanan dan pemangku kebijakan atas pencemaran ini. Kami minta hentikan operasional perusahaan ini karena merusak sungai Buayan,” ucapnya.