Laporan Jurnalis :Dody Saputra
BENGKALIS – Suasana penuh kemenangan menyelimuti lingkungan Musholla Al-Azhar, Kelurahan RimbasekampungKecamatan Bengkalis, saat jemaah berkumpul untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu pagi. Gema takbir yang berkumandang sejak fajar menambah kekhusyukan masyarakat dalam merayakan hari raya setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Pelaksanaan salat dimulai tepat pukul 07.25 WIB. Saf-saf jemaah tampak terisi rapat , menunjukkan antusiasme warga sekitar yang tetap tinggi untuk beribadah bersama di lingkungan tempat tinggal mereka. Yang bertindak sebagai imam Al Ustadz Samsul Bahari,S.Pd seorang Qori terbaik Kabupaten Bengkalis,sebagai Khotib Al Ustadz Rino Riyaldi,LC.M.I.S dan sebagai Bilal Ustadz Putra Farinsyah,S.Sos
Pesan Ketaquaan dan Ukhuwah yang di sampaikan oleh Khatib pada pelaksanaan tahun ini adalah Ustaz Rino Riyadli,Lc.M.I.S Dalam khutbahnya yang bertajuk “Merawat Semangat Ramadan dalam Bingkai Persaudaraan”, beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan memperkuat tali silaturahmi (ukhuwah Islamiyah) pasca-Ramadan.

Alhamdulillah pada pagi hari ini, kita diberi kenikmatan dan kesempatan oleh Allah SWT untuk menyelesaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Kita dipertemukan kembali dengan hari kemenangan ini dan Hari ini adalah hari kita mengagungkan dan membesarkan Allah SWT dengan takbir.
Di seluruh dunia umat Islam mengumandangkan takbir, mengagungkan Allah SWT
Takbir merupakan salah satu lambang syi’ar agama Islam. Dengan takbir seorang muslim memulai shalatnya. Dengan takbir kita berpindah dari rukun shalat yang satu ke rukun shalat yang lain. Dengan takbir seorang muslim menyambut kelahiran cahaya matanya. Dengan takbir ummat Islam memasuki medan perang. Takbir adalah membesarkan Allah dan mengecilkan selain Allah.ungkap pak dosen di IAIN Laksaman Bengkalis ini.
“Kemenangan hari ini bukanlah sekadar bergantinya pakaian atau hidangan yang melimpah, melainkan kembalinya kita kepada fitrah yang suci. Mari kita jadikan momentum 1447 Hijriah ini untuk saling memaafkan dan mempererat kepedulian sosial di lingkungan kita,” ujar Ustaz dalam pesan khutbahnya.
Kemudian lanjutnya lagi Kita telah berpisah dengan bulan yang di dalamnya terdapat limpahan rahmat dan ampunan Allah yang berlipat ganda. Kita telah ditinggalkan oleh bulan yang puasa di dalamnya menutupi salah dan dosa.
Kita telah ditinggalkan oleh bulan turunnya Al-Qur’an pedoman umat manusia. Tidak ada yang dapat menjamin bahwa kita akan bertemu lagi dengan bulan yang penuh dengan berkah itu.
Betapa banyak orang-orang yang kita kasihi dan kita sayangi, orang-orang tua kita, saudara, kerabat dan para tetangga. Mereka yang dulu pernah bersama-sama dengan kita, masih terbayang senyuman mereka di pelupuk mata. Tapi kini, mereka tidak lagi bersama-sama dengan kita.
Mereka telah berada di alam baka, hanya tinggal kenangan yang tak mungkin akan terlupa. Mari kita bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah kepada kita. Orang yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri
Lanjut beliau lagi Puasa dan zakat fitrah mengingatkan kita untuk selalu hidup berjama’ah, hidup dalam keadaan rukun, aman dan sentosa, hidup bersatu di bawah naungan panji-panji keridhaan Allah SWT. Dengan memelihara keutuhan persaudaraan kita dapat hidup dalam ikatan Ukhuwwah Islamiyyah, kita bisa mengharapkan keselamatan dan kesejahteraan dalam hidup, baik sebagai individu maupun untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,kemudian kita juga berbuat baik kepada siapa saja terutama orang tua kita. Islam sebagai agama tidak hanya mengajarkan kepada ummatnya untuk berbuat baik kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Islam juga mengajarkan ummatnya untuk berbuat baik kepada sesama manusia terutama terhadap kedua orang tua kita.
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, apakah hak-hak seorang Ibu dan Bapak? Rasul menjawab: Mereka bisa menjadi Syurgamu dan Neraka mu. Keridhaan mereka akan membawamu ke surga namun sebaliknya kemurkaan dan kemarahan mereka akan menyeretmu ke neraka jahannam.
Ketua Pengurus Musholla Al-Azhar, Virnanda Perisai di dampingi penasehat Khairul Saleh menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara. Beliau mengapresiasi kerja keras panitia remaja musholla dan dukungan warga yang telah mempersiapkan sarana prasarana sejak malam takbiran.
“Alhamdulillah, pelaksanaan tahun ini berjalan sangat tertib. Kami melihat banyak wajah-wajah baru dan para perantau yang pulang kampung (mudik), sehingga suasana kekeluargaan di Musholla Al-Azhar terasa sangat kental,” ungkap beliau.
Setelah rangkaian salat dan khutbah selesai, acara dilanjutkan dengan tradisi bersalam-salaman antar jemaah di depan serambi musholla.
Kegiatan ini menjadi ajang saling memaafkan bagi warga yang tinggal di lingkungan tersebut sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga namun tradisi rombongan akan di laksanakan mulai pukul 09.00 wib.ucap ketua musholla ini.
