Laporan Baim
PANGKALPINANG,POSBERNAS – Respon cepat tindakan Polda Bangka Belitung patut diacungi jempol, dengan respon cepat pelaku kriminal kekerasan terhadap wartawan dengan waktu yang cukup singkat berhasil dibekuk ketiga orang pelaku.
Bukti nyata Polda Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel), dalam menunjukkan komitmennya melakukan tindakan cepat (respons cepat) terhadap berbagai tindak kekerasan, termasuk penganiayaan.Minggu (8/03/26)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Babel Kombes Pol M. Rivai Arvan, S.I.K., M.H., mengatakan setelah LP diterima sabtu tgl 7 sekitar pujul 19.30 Wib direspon cepat oleh subdit 3 jatanras krim um polda babel, pukul 22-23 Wib diamankan, dipertemukan dengan para korban untuk memastikan benar mereka yang melakukan kemudian di periksa, dan cukup bukti di tetapkan 3 pelaku sebagai Tersangka dan di lakukan penahanan per hari ini
“Tidak perlu menunggu waktu lama jika alat bukti sudah cukup maka bisa langsung ditahan, alasan kami ditahan disamping alasan subjektif penyidik juga supaya memberi pelajaran hukum kepada masyarakt bahwa kerja jurnalis adalah sah dan dilindungi oleh UU dan tidak boleh di intervensi dengan kekuatan apapun apalagi di aniaya.”tegasnya
Ketiga tersangka antara lain MAULID, SAHIRIDI (Satpam PT PMM), dan HAZARI,
Pasal yang dikenakan pasal 262 Undang – Undang No 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman 7 Tahun penjara.”pungkasnya
Sebelumnya kekerasan terhadap wartawan dialami 1 reporter, Frendy Primadana als Dana (TV One) dan 2 wartawan online Dedi Wahyudi dan Wahyu Kurniawan. Kejadian pengeroyokan berlangsung di gerbang PT PMM pada Sabtu sore (7/3) sekitar pukul 16 WIB.
Kehadiran 3 wartawan ke PT PMM tersebut guna meliput adanya kabar pengepungan dan pemukulan oleh warga di sekitar PT PMM- terhadap intel satgas Trisakti. Namun bukannya konfirmasi dan klarifikasi yang diperoleh wartawan melainkan kekerasan berujung pengeroyokan
Dana mengatakan kehadiran kami diawali dengan baik menyodorkan identitas berupa kartu pers kepada petugas keamanan PT PMM.
Namun tak disangka, kekerasan muncul dari seorang sopir truk M yang tidak terima diambil gambar oleh wartawan. Dari situlah kemudian terjadi cekcok sehingga berujung pengeroyokan serta pemukulan.
Saya sendiri (Dana),mengalami pemukulan pada bagian kepala, wajah, hidung dan mata. Akibatnya darah mengucur deras dari hidung.
“Kalau saya dipukul di fisik. Tiga kali tonjokan.Tonjokan di muka sebelah kiri. Pipi sebelah kanan, dan kepala,” kata Dana.
Sementara Dedi mengalami pemukulan serupa. Dipukul di kepala, geraham hingga telinga.
Tidak cukup penganiayaan fisik, menurut Dana hp mereka juga sempat dirampas. Lalu dipaksa menghapus segala dokumentasi peliputan saat itu.
