
Laporan Baim
BABEL,POSBERNAS – Kampus Universitas Bangka Belitung menggelar kegiatan peresmian gedung baru dan pengukuhan tiga srikandi bergelar Profesor, hal itu memperkuat jajaran tenaga pendidik ahli, yang mengusung tema “Unggul Membangun Peradaban” pengukuhan dipimpin langsung Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si. (Rektor, Bidang Ilmu Politik), acara berlangsung di aula gedung baru Universitas Bangka Belitung (UBB).Senin (13/04/26)
Per April 2026, Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi memiliki enam (6) orang guru besar (profesor).
Jumlah ini bertambah setelah pengukuhan tiga guru besar perempuan baru pada momen Lustrum IV (Dies Natalis ke-20) UBB
Berikut 6 guru besar (Profesor) yang aktif di UBB:
1. Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si. (Rektor, Bidang Ilmu Politik),
2. Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ekonomi Pariwisata)
3. Prof. Dr. Eries Dyah Mustikarini, S.P., M.Si. adalah guru besar kedua dan perempuan pertama di Universitas Bangka Belitung (UBB). Dikukuhkan pada awal 2024 (terhitung mulai 1 November 2023), pakar di bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman, aktif mengajar di Magister Ilmu Pertanian UBB.
4. Prof. Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H., M.H. (Fakultas Hukum, Ilmu Hukum Perusahaan Pertambangan)
5. Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Manajemen SDM Strategik)
6. Prof. Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H. (Fakultas Hukum, Ilmu Hukum Pertambangan)
Usai kegiatan berlangsung ketua DPRD Prov Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya, S.H.,M.H.,mengatakan selamat dan apresiasi tinggi atas pengukuhan tiga Profesor kesemuanya perempuan ini menjadi motivasi meningkatkan kualitas pendidikan, ilmu pengetahuan, serta kontribusi akademisi bagi pembangunan daerah.
Momen pengukuhan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kapasitas Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam melahirkan generasi unggul
“Prestasi tersebut sebagai kebanggaan daerah dan bukti peningkatan kualitas SDM di UBB.”sebutnya
Lebih lanjut, Didit menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di UBB. Ia menilai kampus merupakan tempat strategis dalam mencetak generasi masa depan.
“Kampus adalah tempat mencetak generasi masa depan. Aset pendidikan seperti ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam memberikan dukungan nyata, termasuk melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita perlu duduk bersama dengan gubernur dan DPRD untuk membahas apa yang bisa dibantu melalui APBD. Bukan berarti terbatas, kita tidak bisa berbuat. Pemerintah harus hadir,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Didit menekankan bahwa seluruh kampus di Bangka Belitung perlu menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bentuk investasi jangka panjang.
“Semua kampus di Bangka Belitung harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Ini investasi jangka panjang. UBB ini bukan hanya milik Bangka Belitung, tapi sudah menjadi aset nasional. Maka pemerintah daerah wajib hadir dan berkontribusi,” pungkasnya.
