Rehabilitasi Embung Air Bakung Beguruh Jadi Sumber Air dan Destinasi Wisata, Disambut Baik Warga

Laporan Baim

BANGKA TENGAH, POSBERNAS – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus mendorong optimalisasi fungsi embung sebagai solusi kebutuhan air sekaligus pengungkit ekonomi masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan sosialisasi pekerjaan rehabilitasi Embung Air Bakung Beguruh yang digelar di Kantor Kelurahan Dul Raya, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum dan Pembangunan (Asisten I) Setda Bangka Tengah, Ali Imron, Kadis PUPR Bateng Fani Hendra Saputra, SSi., ST., Danramil Pangkalan Baru, Camat Pangkalan Baru ,Lurah Kampul Dul, KepalaSatuan Kerja Non Vertikal tertentu Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Bangka Belitung,  Heru Gunawan, ST ., pihak penyedia jasa (CV.SYAMPELO KARDENSO) serta sejumlah warga  masyarakat sekitar.

Foto: Peserta sosialisasi Rehabilitas Embung Air Baku Kolong Air Baku Kolong Neguruh (BAIM TIM)

Dalam sambutannya, Ali Imron menegaskan bahwa rehabilitasi embung tidak hanya berfungsi sebagai penampungan air, tetapi juga sebagai sumber air baku yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.

Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa kawasan Embung Air Bakung Beguruh berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Ia bahkan mengibaratkan kawasan tersebut sebagai “Bhay Park mini” jika revitalisasi berjalan optimal.

“Kalau sudah direvitalisasi, mudah-mudahan bisa menjadi Bhay Park mini, artinya selain fungsi air, juga menjadi tempat pariwisata yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ali Imron.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut akan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM. Ia mencontohkan kawasan ramai di sekitar Hotel Sol Marina yang dipenuhi aktivitas ekonomi warga sebagai gambaran potensi yang bisa terjadi di Dul Raya dan Desa Beluluk.

“Ke depan masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari tempat rekreasi. Di sini bisa jadi pusat aktivitas, dan masyarakat bisa membuka usaha,” tambahnya.

Ali Imron juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak balai dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia berharap ada kesamaan pemahaman serta partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan.

“Kalau sudah aman dan nyaman, maka ekonomi akan berjalan. Ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekologi, ekonomi, dan sosial dalam pengelolaan kawasan tersebut agar tetap berkelanjutan hingga generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala SNVT PJPA Bangka Belitung Air Tanah, Saefudin, menjelaskan bahwa embung tersebut sebelumnya merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang kini telah diserahkan kepada pihak balai untuk dikelola dan direhabilitasi.

Ia mengungkapkan bahwa proyek rehabilitasi sempat tertunda pada tahun sebelumnya, namun kini kembali mendapatkan alokasi anggaran untuk dilanjutkan.

“Tahun ini kami kembali mendapatkan anggaran untuk melakukan rehabilitasi kolong ini. Fokus kami adalah meningkatkan fungsi dan nilai kawasan, termasuk pengerukan sedimentasi dan perbaikan kualitas air,” jelas Saefudin.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa beberapa infrastruktur pendukung, seperti jembatan yang dibangun oleh PMI, juga akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan secara terpadu.

Saefudin menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Sebagus apa pun program yang kami lakukan, tanpa kebersamaan, hasilnya tidak akan maksimal. Tapi jika kita jalankan bersama, maka nilainya akan luar biasa,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung rehabilitasi Embung Air Bakung Beguruh sebagai kawasan multifungsi yang bermanfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.