FORBISDA HIPMI Babel Dukung Pengusaha Lokal, Harry Arsani: HIPMI Harus Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Laporan Pian

PANGKALPINANG,POSBERNAS – Badan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) di Hotel Santika Pangkalpinang, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wali Kota Pangkalpinang, perwakilan DPP HIPMI, serta anggota HIPMI dari berbagai daerah di Bangka Belitung.

Ketua HIPMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Harry Ardianto Arsani mengatakan, Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Babel ini sangat kaya. HIPMI itu kalau kata Pak Gubernur kan bukan hanya sekedar jual pempek tapi ada HIPMI Pertanian, HIPMI Perikanan, HIPMI Pertambangan, HIPMI Kesehatan, HIPMI Pariwisata,” ujar Harry.

Ia menyebutkan, ke depan HIPMI Babel akan mendukung sejumlah program strategis pemerintah daerah, salah satunya pengembangan sektor kelapa dan aren.

“Salah satu ke depan program Gubernur yang akan turun ke anak-anak HIPMI yang pertama, kita akan menjadikan senter kelapa dan aren,” katanya.

Menurut Harry, saat ini telah dimulai pembibitan satu juta pohon aren yang berlokasi di Air Anyir. Kawasan hutan produksi tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi sentra kelapa dan aren dengan luas mencapai sekitar 109 ribu hektare.

“Kita sekarang mulai pembibitan 1 juta pohon aren, yang berlokasi di Air Anyir, untuk lokasi di hutan produksi akan disulap Pak Gubernur untuk menjadi lahan senter kelapa dan aren, dengan luas sekitar 109.000 hektar dan itu sedang diurus,” jelasnya.

Selain sektor perkebunan, HIPMI Babel juga menyoroti sektor pertambangan rakyat yang saat ini tengah didorong melalui regulasi Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

“Untuk pertambangan, ini kan Bapak Gubernur lagi mengatur Perda IPR, jadi IPR itu kan Izin Pertambangan Rakyat, jadi di mana pertambangan rakyat ini akan disupport Pak Gubernur, secara perizinan, secara semua,” ungkap Harry.

Ia menegaskan, HIPMI tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah, melainkan harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Karena HIPMI tidak boleh jadi penonton. Ini harus menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Harry juga berharap FORBISDA dapat menjadi wadah untuk melahirkan lebih banyak pengusaha muda baru di Bangka Belitung, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

“Harapan saya, saya ingin sesuai dengan hashtag Bapak Gubernur, Babel Berdaya, Bangka Belitung untuk Indonesia. Saya ingin, yang pertama, kita tahu bahwa Indonesia Emas 2045 ini kan, dimana pengusaha harus mencapai 8 persen sedangkan kita pengusaha baru mencapai 3,25 persen. Maka dari ini, dengan adanya FORBISDA ini, menstimulus untuk pengusaha daerah muncul yang baru,” katanya.

Ia juga menilai potensi kekayaan alam Bangka Belitung seharusnya mampu melahirkan lebih banyak pengusaha lokal yang sukses dan berdaya saing.

“Karena kita tahu bahwa seharusnya dengan kekayaan alam kita yang melimpah, banyak pengusaha muda yang kaya, tapi kenapa regulasi itu tidak pernah pro dengan pengusaha lokal? Maka dari itu Bapak Gubernur sangat meng-support pengusaha lokal untuk menjadi tuan rumah di Bangka Belitung,” tutup Harry.