Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Ketamputih

Laporan Jurnalis : Dody Saputra

BENGKALIS — Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis, Aipda Muhammad Hudori, melaksanakan peninjauan dan pemantauan langsung terhadap perkembangan lahan tanaman jagung di Desa Ketamputih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi pertumbuhan tanaman, sekaligus berdiskusi dengan para petani setempat mengenai kendala yang dihadapi selama masa tanam hingga menjelang panen.

Dalam kunjungannya, Aipda Muhammad Hudori memberikan motivasi kepada para kelompok tani agar tetap semangat dalam mengelola lahan mereka. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar area pertanian agar aktivitas warga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Kapolres Bengkalis melalui Kapolsek Bengkalis, Iptu Hendro Wahyudi, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personil Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendampingi sektor pertanian, merupakan wujud komitmen nyata Polri dalam mendukung stabilitas pangan di daerah.

“Kami melalui para Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pendampingan secara berkala kepada para petani. Kehadiran Aipda Muhammad Hudori di Desa Ketamputih ini adalah bentuk dukungan moril dan nyata dari Polsek Bengkalis agar program ketahanan pangan ini sukses. Jika sektor pangan kita kuat, maka perekonomian masyarakat di tingkat desa juga akan semakin mandiri dan stabil,” ujar Iptu Hendro Wahyudi, S.H., M.H.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan para petani menjadi kunci utama agar potensi lahan yang ada di wilayah Kecamatan Bengkalis dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui kegiatan pemantauan yang rutin seperti ini, diharapkan komunikasi antara pihak kepolisian dan masyarakat agraris di Kabupaten Bengkalis tetap terjalin erat, sekaligus mampu mengantisipasi sejak dini segala potensi gangguan keamanan yang dapat merugikan para petani.