Laporan Pian,Tim
PANGKALPINANG, POSBERNAS – Komitmen menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani terus diwujudkan Forum Masyarakat Petani (Formap) Bangka Belitung melalui program pengelolaan limbah terintegrasi. Mengusung tema “Menjaga Lingkungan Adalah Tugas Kita Bersama”, Formap Babel mengajak masyarakat mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui produksi Pupuk PUFA, yang diolah dari limbah sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para petani. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan di Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Pati Jaya, yang memberikan dukungan nyata berupa bantuan 15 unit motor roda tiga kepada sejumlah kelompok di Bangka. Kendaraan tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat proses pengumpulan limbah yang selanjutnya diolah menjadi pupuk.
Ketua Umum Formap Babel (Forum Masyarakat Petani Bangka Belitung, M. Syarif Hidayatullah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Bambang Pati Jaya terhadap gerakan pengelolaan limbah yang dijalankan Formap.
“Kami dari Formap Babel mengucapkan terima kasih kepada Bapak BPJ yang sudah memperjuangkan kami, sudah menginisiasi bantuan motor roda tiga dari Kementerian KLHK. Ini untuk pertama kalinya ada anggota DPR RI yang memperjuangkan motor roda tiga untuk Formap Babel,” ujar Arif.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan. Selama ini, kata dia, belum ada inisiatif serupa yang secara langsung mendukung aktivitas pengelolaan limbah di tingkat masyarakat.
“Dan memang ini yang kita tunggu. Selama ini tidak ada inisiatif seperti Bapak BPJ. Dengan adanya motor roda tiga ini kita bisa bergerak lebih cepat untuk melakukan pengambilan limbah sampah. Kami mengucapkan terima kasih sekali lagi atas bantuan dari program Bapak BPJ ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Pati Jaya menegaskan bahwa anggaran yang dialokasikan melalui kementerian mitra, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Jadi kami di Komisi XII melakukan penganggaran untuk KLHK, dan dari penganggaran tersebut harus bermanfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
“Dari situ kita ingin berbagai persoalan di kementerian harus meningkatkan partisipasi masyarakat. Kita tahu bagaimana pengelolaan persampahan melalui Reduce, Reuse, dan Recycle,” ujarnya.
Bambang juga menyoroti inovasi Formap Babel dalam memanfaatkan limbah FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), sisa pembakaran batu bara, menjadi pupuk majemuk biologis yang memiliki nilai guna bagi sektor pertanian.
“Saya minta GM PLN untuk memperhatikan program ini, karena ini bagian dari hilirisasi. Barang yang dianggap sampah ternyata bisa dimanfaatkan untuk dunia pertanian yang sangat penting,” katanya.
Ia bahkan berharap inovasi yang dikembangkan Formap Babel dapat menjadi proyek percontohan berskala nasional.
“Yang dilakukan Formap Babel ini saya ingin menjadi proyek percontohan nasional. Bagi PLN ini sangat penting. Limbah batu bara bisa dimanfaatkan untuk pertanian, dan saya berharap kegiatan yang dilakukan bapak-bapak dan ibu-ibu ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Bangka Belitung,” ungkapnya.
Menurut Bambang, langkah yang dilakukan Formap Babel merupakan bentuk inovasi dalam mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang ramah lingkungan.
