Laporan Jurnalis : Dody Saoutra
BENGKALIS – Baru-baru ini Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bengkalis menggelar Aksi Pramuka Cinta Lingkungan di Kawasan Konservasi Wisata Mangrove Paghet Seghaghah, Desa Kelapa Pati, Kecamatan Bengkalis, Sabtu 3 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan anggota Pramuka dari golongan Penggalang, Penegak dan Pandega dari berbagai Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kwarcab Bengkalis. Aksi ini menjadi bagian dari implementasi Dasadharma Pramuka, khususnya nilai “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.”
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bengkalis, KaK Edi Sakura, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Pramuka Bengkalis harus berada di garda terdepan dalam menjaga ekosistem daerah kita, baik melalui penanaman pohon, pengurangan sampah plastik maupun pembersihan lingkungan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan penanaman bibit mangrove, aksi bersih sampah plastik serta edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik.
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif LSM Bahtera Melayu, Khairul Saleh, mengapresiasi kepedulian anggota Pramuka terhadap lingkungan. Ia berharap kelompok pengelola mangrove dapat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat, organisasi lingkungan dan pemerintah.
“Gerakan Cinta Lingkungan ini membuktikan bahwa Pramuka tidak hanya unggul dalam kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bumi, khususnya Bengkalis,” katanya.
Pembina Kelompok Mangrove Rio Pernandes, didampingi Ketua Kelompok Konservasi Wisata Mangrove Paghet Seghaghah, Rio Sempana, menyampaikan bahwa mangrove merupakan benteng alami untuk melindungi kawasan pesisir dari abrasi.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dengan 27 jenis mangrove murni dan enam jenis asosiasi. Selain mencegah abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berperan dalam menyerap karbon.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Pramuka, masyarakat, kelompok pengelola mangrove, organisasi lingkungan dan pemerintah dalam menjaga kawasan pesisir Kabupaten Bengkalis agar tetap lestari, hijau dan asri.
