HUT LIN ke-7 dan Hari Pahlawan, Ketua DPD-08 LIN PROV BABEL Kerahkan Personil Aksi Bersih Pantai

Laporan Tim

TOBOALI, POSBERITANASIONAL, – Guna mengantisipasi penyakit serta bahayanya sampah plastik, DPD-08 LIN Prov Bangka Belitung yang diketuai Ibrahim akrab disapa Bang Baim, menurunkan personilnya melakukan kegiatan Bakti Sosial bersih-bersih pantai bertempat di sekitaran MCK kelurahan Tg.Ketapang RT 04 lingkungan RW 03 Kecamatan Toboali Kab. basel Prov Babel. Sabtu (09/11)

Foto: MCK di RT04/RW 03 kelurahan Tg.ketapang terbengkalai kumuh dan dijadikan gudang (Tim)

Pantauan LIN, sebelum melakukan asi bakti sosial menyerukan kepada Pemda khususnya Pemkab Basel yang membidangi sarana prasarana proyek pembangunan di wilayah pesisir pantai berupa MCK harus dicek kembali pemanfaatannya agar tepat guna tidak terbangun sia sia, ini ada di MCK tepatnya berada di RT 04 pantauan kami tidak termanfaatkan dengan baik malah jadi gudang kesannya sangat kumuh, mohon ini menjadi perhatian khusus dan difungsikan sebagaimana mestinya (MCK.red), ” tegasnya.

Lanjut Ketua LIN (DPD-08 LIN Prov Kep Babel), dalam rangka hari jadi HUT LIN ke-7 dan juga hari Pahlawan, hari ini kami sengaja turun langsung membawa personil LIN untuk berpartisipasi mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara melakukan kegiatan gotong royong atau kerja bakti membersihkan sampah-sampah yang dibawa oleh air laut pasang dipesisir pantai, ,”ucap Bang Baim

Menjaga kebersihan, itu menjadi tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap bersih, ini merupakan kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Adapun personil yang turun sebanyak 10 orang semuanya anggota LIN, mereka melakukannya dengan cara mengumpulkan sampah yang berserakan di tepi laut ataupun pesisir pantai lalu dibakar

“Kegiatan positif yang seperti ini harus menjadi campaign yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dari sampah plastik maupun sampah lainnya,

“Kegiatan ini nantinya akan berlanjut dengan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, LSM, dan NGO lokal, serta para pelajar.” pungkasnya