Tak Hanya Salurkan Bantuan, Dinas Pangan Pangkalpinang Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Laporan Pian

PANGKALPINANG,POSBERNAS – Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat melalui penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Rabu (10/6/2026).

Sebanyak 804 warga menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026. Penyaluran tersebut menjadi tahap terakhir pelaksanaan bantuan pangan di wilayah Kecamatan Rangkui.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Jadi pembagian beras ini untuk Kecamatan Rangkui yang terakhir. Kemarin sudah selesai dari bulan April, kebetulan yang menerima ini untuk jatah dua bulan, Februari dan Maret,” ujar Samri.

Dalam penyaluran tersebut, setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Khusus untuk Kelurahan Keramat, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 16 ton beras dan 3.216 liter minyak goreng.

“Masing-masing penerima itu 20 kilogram beras per orang di dua bulan, minyak sayur 4 liter. Alhamdulillah Kampung Keramat ini menerima lebih kurang 804 orang,” katanya.

Samri menjelaskan, Dinas Pangan dan Pertanian tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga menjalankan berbagai program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Program tersebut dimulai dari sektor hulu melalui pembinaan kelompok tani dan kelompok wanita tani hingga sektor hilir melalui pengembangan produk olahan hasil pertanian.

“Dinas Pangan dan Pertanian itu program yang utama dari ketahanan pangan. Pertama dari industri dulu, kita menghidupkan kelompok tani dan kelompok wanita tani dengan memberikan bantuan untuk budidaya, terutama di sini lahan kering,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan pertanian lahan kering difokuskan pada komoditas jagung, kacang panjang, sayur-sayuran, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya. Selain itu, pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat juga terus didorong untuk meningkatkan ketersediaan pangan keluarga.

Tidak hanya di sektor produksi, Dinas Pangan dan Pertanian juga memberikan perhatian pada pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan produk olahan nanas yang saat ini terus didorong untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kemudian untuk bidang ketahanan pangan, kita membantu bidang hilir, misalnya hasil pengolahan seperti kemarin kami rapat tentang pengolahan nanas,” ujarnya.

Samri berharap bantuan pangan yang disalurkan dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga daya beli di tengah berbagai tantangan ekonomi.

“Harapan kita dengan adanya bantuan ini paling tidak masyarakat yang selama ini susah terbantu ekonominya, sehingga mereka dapat menghemat pengeluaran,” katanya.

Selain membantu masyarakat, program bantuan pangan juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah melalui stabilisasi harga dan pasokan kebutuhan pokok.

“Dengan ada bantuan begini bagi pemerintah untuk pengendalian inflasi, kemudian stabilisasi harga, kemudian pengendalian pasar,” tutup Samri.