Reses di Riding Panjang, Narulita Sari Soroti Realisasi Program yang Belum Berjalan

Laporan Baim,Pn

BANGKA,POSBERNAS – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Narulita Sari, S.E, M.E menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Sidang II 2026 di Kantor Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan reses tersebut dimanfaatkan Narulita untuk bertemu dan berdialog secara langsung dengan masyarakat guna menampung berbagai aspirasi warga desa. Ia mengungkapkan, kunjungan itu menjadi agenda reses pertamanya di Desa Riding Panjang.

“Awalnya memang permintaan masyarakat untuk berdialog. Kebetulan ada kesempatan reses, jadi sekalian kami turun langsung dan berdialog dengan masyarakat Desa Riding Panjang,” ujar Narulita.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah usulan disampaikan masyarakat, di antaranya terkait perbaikan rumah ibadah, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga pembenahan infrastruktur jalan lingkungan. Menurut warga, akses jalan menjadi kebutuhan penting karena digunakan sebagai jalur menuju sekolah, madrasah, serta area pemakaman umum.

Menanggapi hal tersebut, Narulita mengatakan beberapa usulan memang menjadi kewenangan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Untuk jalan itu kewenangannya ada di kabupaten karena masuk kategori jalan lingkungan. Tapi tetap akan kami komunikasikan dan sampaikan,” jelasnya.

Selain mendengar aspirasi warga, Narulita turut menyoroti persoalan yang kerap muncul dalam pelaksanaan reses, yakni belum terealisasinya sejumlah program yang sebelumnya telah diusulkan masyarakat.

Ia mencontohkan bantuan hibah untuk rumah ibadah yang telah mendapat persetujuan dan bahkan sudah memiliki surat keputusan (SK), namun hingga kini belum juga terealisasi, meski anggarannya telah disahkan dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar).

“Di Banggar sudah diketuk palu, sudah dianggarkan, tapi realisasinya belum berjalan. Ini yang jadi pertanyaan, apa kendala di birokrasi,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung beberapa program lain seperti pembangunan fasilitas olahraga yang sampai sekarang belum terlaksana walaupun telah masuk dalam perencanaan anggaran daerah.

Narulita berharap hasil reses tidak sekadar menjadi laporan administratif, tetapi benar-benar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat bisa segera terjawab.

“Jangan sampai reses ini hanya menghabiskan anggaran tanpa ada eksekusi. Masyarakat tidak meminta yang macam-macam, mereka hanya butuh hal-hal mendasar yang memang menjadi kewenangan pemerintah,” pungkasnya.