30 Pama TNI AL Selesai Ikuti Suspeknubika di Kodiklatal

Laporan jurnalis ibrahim

Posberitanasional.com, 22/12/19, Surabaya РKodiklatal Sebanyak 30 Prajurit TNI AL dari berbagai Komando Utama (Kotama) TNI AL selesai melaksanakan Kursus Penyelamatan Kapal Nuklir Bio dan Kimia (Suspeknubika) tahun 2019 di Pusat Penyelamatan Kapal Nuklir Bio dan Kimia (Puspeknubika), Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum), Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Surabaya.

Suspenubika yang telah berlangsung selama tiga bulan tersebut ditutup Kadepminlog Puspeknubika Letkol Laut (T) Asep Ruhiat, A.Md mewakili Komandan Puspeknubika Kodikdukum Kolonel Laut (T) Reza Kusumanegara, S.T., M.A.P di Aula Puspeknubika Kesatrian Bumimoro Kodiklatal .

Komandan Puspeknubika Kodikdukum Kodiklatal Kolonel Laut (T) Reza Kusumanegara, S.T., M.A.P dalam sambutan yang dibacakan Kadepminlog Puspeknubika menyampaikan bahwa kursus Peknubika yang diperuntukan Pama tersebut bertujuan untuk membekali dan membentuk Perwira TNI Angkatan Laut menjadi prajurit pejuang Sapta Marga, yang memiliki kesamaptaan jasmani serta pengetahuan dan ketrampilan teknis Peknubika sehingga mahir dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak peralatan Peknubika khususnya pada alut sista TNI AL,”ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Adapun sasaran yang ingin dicapai yaitu setelah selesai melaksanakan kegiatan ini diharapkan para siswa mampu mengkoordinir pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan peralatan untuk penanggulangan kebakaran, kebocoran, bahaya Nubika, mampu melaksanakan pertolongan pertama pada kecelakaan, mampu melaksanakan prosedur Komunikasi sesuai standart system dan metoda TNI Angkatan laut serta memiliki kemampuan menerapkan standart Kualifikasi IMO dengan baik dan benar dalam bidang penyelamatan Kapal,”jelasnya.

Menurutnya ilmu penyelamatan Kapal sangat penting dalam penugasan, dengan keterbatasan waktu kursus diharapkan para siswa mampu mentransfer dan mengimprovisasi ilmu yang telah didapat di Puspeknubika ini untuk dapat diimplementasikan di tempat penugasan dalam mengantisipasi segala bentuk kedaruratan terutama kebakaran dan kebocoran,”terangnya.