Pangdam Jaya Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan Ibu Kota dengan Cara Sederhana

Laporan Redaksi

JAKARTA – Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan lingkungan di Ibu Kota.

Cara yang sederhana dengan memberikan contoh lingkungan yang hijau dan tertata dengan baik.

“Sebenarnya sudah ada langkah dari Kodam Jaya dengan memberi contoh kepada masyarakat. Lingkungan di Kodam Jaya itu sudah cukup hijau, ini agar masyarakat (yang datang) bisa mencontoh apa yang kami lakukan,” kata Untung saat membuka diskusi panel Sustainability Forum dengan tema ‘Agen Perubahan sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem’ di Kodam Jaya, Jakarta Timur pada Selasa (22/11/2022).

 

Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto saat membuka diskusi panel Sustainability Forum dengan tema ‘Agen Perubahan sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem’ di Kodam Jaya, Jakarta Timur pada Selasa (22/11/2022).

Untung mengatakan, pihaknya juga melibatkan pelaku industri dalam diskusi panel Sustainability Forum ini.

Mereka adalah perusahaan pengolah limbah industri, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta serta Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan dan Satukata Inisiative.

Diskusi ini diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat dalam merestorasi ekosistem lingkungan. Diskusi ini, kata Untung, merupakan ikhtiar Kodam Jaya untuk menjadi agen perubahan untuk lingkungan lebih baik.

Tentu saja ada langkah-langkah yang dilakukan, dan kami akan mengakselerasi dalam mengedukasi masyarakat bagaimana lingkungan hidup yang bersih,” jelas Untung.

Dengan menjaga ekosistem kita sebagai warisan kepada generasi yang akan datang, karena mewariskan sesuatu yang baik, melestarikan lingkungan tempat tinggal kita sebagai tempat yang nyaman, selaras dan harmonisbagu generasi berikutnya,” sambung Jenderal bintang dua ini.

General Manager PPLI, Yurnalisdel menambahkan, pesatnya pertumbuhan industri dapat berimbas pada jumlah limbah yang dihasilkan, termasuk jenis limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Sementara teknis pengolahan limbah industri di PPLI, kata dia, sudah berpengalaman karena telah berjalan selama 30 tahun.

Semua elemen itu sejak limbah dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga adalah memang perlu dilakukan 3R 4R atau 5R di industrinya sendiri, karena limbah B3 atau sisa industri itu sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Kegiatan industri apapun pada ujungnya pasti akan ada sampah dan limbah yang harus ditangani, itulah yang harus kami kelola karena PPLI spesifik di bidang limbah,” katanya.

Menurut dia, teknologi penanganan limbah yang dilakukan PPLI tidak berbahaya dan tidak beracun. Artinya PPLI telah menyiapkan sarana infrastruktur dalam penanganan limbah yang baik.

Dia menegaskan komitmen PPLI untuk turut serta berkontribusi dalam aspek restorasi ekosistem lingkungan khususnya pengelolaan limbah industri.

Karena itu, dia sepakat dengan diskusi di Kodam Jaya bahwa pelaku usaha harus ikut berkontribusi dalam merestorasi ekosistem saat pengelolaan limbah industri.

Sementara itu Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menilai diperlukan kerja sama yang baik antara pelaku usaha dengan masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan limbah.

Penanganan limbah yang baik merupakan upaya bersama demi mencari solusi dalam menghadapi perubahan iklim di masa mendatang.

”Hal ini sejalan dengan komitmen Kadin untuk mengembangkan inisiatif berkelanjutan di Indonesia dengan memfasilitasi pembiayaan dan mengoptimalkan pendanaan berkelanjutan untuk mempercepat ekonomi sirkular dan dekarbonisasi,” kata Diana.

Diana mengaku, banyak anggota Kadin DKI yang telah melakukan berbagai aksi sosial melalui dana pertanggungjawaban perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Upaya ini dilakukan demi menjaga dan melestarikan alam dengan konsisten dalam memerangi krisis iklim dan lingkungan, termasuk mencapai net zero emission serta pembangunan ekonomi yang inklusif demi Indonesia emas di masa mendatang.

Kebijakan CSR dalam bidang lingkungan fokus pada penerapan, pemeliharaan, dan pengelolaan lingkungan, baik itu di kantor dan lokasi sekitar beroperasinya perusahaan,” katanya.

Untuk meminimalisasi kemungkinan dampak lingkungan negatif, juga mengembangkan dampak positif serta memanfaatkan sumber daya alam dalam secara bijak,” lanjutnya.

Kata dia, umumnya sebuah perusahaan membentuk CSR dengan berbagai macam tujuan. Di antaranya berbentuk kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan, dan kelestarian lingkungan di sekitar perusahaan.

Langkah ini juga mereduksi risiko bisnis yang dijalankan sebuah perusahaan, karena dengan adanya CSR maka hubungan perusahaan dengan mitranya akan semakin baik,” jelasnya. ( sbr)