Kendaraan Tidak Lulus Uji Emisi Dilarang Masuk Kantor Wali Kota Jakut

Laporan Redaksi

JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memberlakukan aturan pelarangan bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi. Kendaraan yang tak lulus uji emisi tidak diperkenankan masuk ke kawasan Kantor Wali Kota Jakut.

Kebijakan ini dikeluarkan Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam rangka penanganan polusi udara lewat pemaksimalan uji emisi terhadap kendaraan-kendaraan di Jakarta Utara.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, baik kendaraan dinas operasional (KDO) maupun kendaraan pribadi yang tidak lulus uji emisi dilarang masuk dan parkir di kawasan Kantor Wali Kota Jakut mulai Senin (4/9/2023). Kebijakan itu dimaksudkan untuk mengendalikan pencemaran udara.

“Kendaraan yang tidak lulus uji emisi tidak boleh masuk dan parkir di kantor kami, Senin depan sudah diterapkan karena sebelumnya sudah kita sosialisasikan,” kata Ali dalam keterangannya, Jumat (1/9/2023).

Menurut Ali, kebijakan ini juga akan diterapkan di seluruh kantor kelurahan dan kecamatan di wilayahnya.

“Kami sarankan gunakan kendaraan umum untuk mengurangi pencemaran udara,” tegasnya.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara, Toto Bondan menjelaskan, secara teknis petugas akan melakukan pengecekan nomor polisi setiap kendaraan yang akan memasuki kawasan kantor wali kota. Kendaraan diperkenankan masuk bila telah tercantum lulus di aplikasi e-Uji Emisi dan akan ditempel stiker.

“Kami berlakukan satu pintu. Petugas hanya mengecek kendaraan tidak berstiker untuk menghindari penumpukkan kendaraan masuk,” ungkapnya.