PKBM Citra Karya Prestasi Wilayah Sukamakmur Diduga Fiktif Setelah Warga Beberkan Kegiatan Tersebut, Selain Itu Guru Atau Pelajar Diduga Seorang ASN Yang Merangkap Jabatan

Laporan jurnalis Jajat/obay

Bogor Pos Berita Nasional-dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Bogor Jawa Barat sudah Mensosialisasikan atau menghimbau kepada semua satuan pendidik usia dini (PAUD) yang isi dalam surat edaran tersebut jelas, bagi satuan pendidik yang akan melakukan manasik haji bagi peserta didik anak usia dini maka kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan masing-masing dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Pada Jumat 7 November 2025.

Meski himbauan tersebut sudah dilakukan oleh Dinas pendidikan dan Bupati kabupaten Bogor demi tidak membebankan orang tua wali murid namun masaih aja ada beberapa sekolah PAUD atau TK yang melanggar surat edaran dan himbauan Dinas pendidikan dan Bupati Bogor tersebut.

Seperti yang belum lama ini ramai diperbincangkan oleh sebagian para walimurid sekolah TK yang berada diwilayah Kecamatan Cileungsi Bogor, yang dimana TK-TK tersebut malah mengadakan studytor yang terbagi ke duabtempat, yautu Junggle land Sentul dan waterpark yang berada di Bogor kota, dengan biaya ongkos yang lumayan fantastis, RP 560.000 per walimurid dan anak didik, sehingga kegiatan tersebut secara tidak langsung sangat membebankan sebagian para wali murid.

Menurut oratua wali murid yang enggan disebutkan namanya, ia mengatakan bahwasanya dengan adanya acara tesebut sangat membebankan sebagian wali murid, karena dengan ongkos RP 560.000 per wali murid,, bagi kita rakyat kecil, itu sangat berarti sekali.”Ungkapnya

” Ia juga menjelaskan acara tersebut juga tidak terlalu banyak manfaat bagi anak-anak melainkan cuman hiburan biasa, tidak ada manasik haji ataupun apa “Ujar wali murid yg enggan disebut namanya sambil nada ketus.

Di tempat terpisah saat awak media coba menghubungi Himpaudi Wilayah Kecamatan Cileungsi berinisial KDH pada 8 Nopember 2025, saat ditanya jumlah TK yang berangkat dan kegiatan apa saja yang dilaksanakan dalam acara tersebut, juga dimana acara tersebut dilaksanakan, lewat sambungan whatsapp ia hanya menjawab kurang tau dan tidak tau apa-apa. “Ungkapnya

Lalu pada 12 November 2025 pada saat dikonfirmasi kembali oleh awak media, KDH mengatakan bahwa dalam acara tersebut tidak ada acara manasik haji.”ujarnya

Selain Himpaudi, Penilik yang bertugas diwilayahnya kecamatan Cileungsi juga tidak terlewatkan, melalui sambungan whatsapp beberapa pertanyaan dilontarkan oleh team awak media terhadapnya namun nihil tidak ada jawaban apapun dari Penilik wilayah Cileungsi inisial SHD.

Lalu team awak media mencoba berkomunikasi dengan kepala bidang pendidikan (Kabid) kabupaten Bogor Siswanto’ ia mengatakan bahwasanya Dinas pendidikan akan segera memanggil Himpaudi dan pemilik wilayah kecamatan Cileungsi ujarnya. “Ujarnya