
Laporan Baim,SD
PANGKALPINANG,POSBERNAS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Tahun 2026 di Ruang Hutan Pahlawan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jalan Pahlawan, Pangkalpinang, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemetaan sektor usaha unggulan daerah yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing UMKM, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Bangka Belitung.
FGD dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, akademisi, lembaga statistik, pelaku usaha, serta stakeholder yang selama ini terlibat dalam pengembangan ekonomi daerah.
Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, didampingi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Denny Elyasa. Hadir pula perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, unsur Forkopimda, akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB), serta berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Dari kalangan akademisi, hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung, Dr. Eva Utami, bersama tim peneliti yang turut memberikan pandangan ilmiah terkait potensi komoditas unggulan yang layak dikembangkan di Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Rommy Sariu Tamawiwy menegaskan bahwa penelitian KPJU memiliki peran strategis dalam menentukan arah pengembangan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.
“Penelitian ini penting untuk mengidentifikasi komoditas dan jenis usaha yang benar-benar memiliki keunggulan kompetitif serta mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Hasilnya diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan dan program pengembangan UMKM ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Babel, Arie Primajaya, menyampaikan bahwa UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus diperkuat melalui pendekatan yang terukur dan berbasis potensi lokal.
“Kita memiliki banyak produk unggulan yang lahir dari masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut dapat berkembang lebih besar, memiliki standar kualitas yang baik, memperoleh akses pasar yang luas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Arie.
Dalam forum tersebut, Kepala Dinas KUKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, mengungkapkan bahwa penguatan kajian KPJU unggulan daerah merupakan bagian dari langkah strategis yang sebelumnya telah dibahas bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menurut Arie, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam mendukung penyusunan kebijakan ekonomi berbasis riset dan potensi daerah.
“Sebelumnya kami bersama Bapak Gubernur telah berkunjung ke UGM untuk berdiskusi dan menjajaki berbagai peluang kerja sama, termasuk bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam memberikan kajian ilmiah terhadap potensi unggulan Bangka Belitung. Apa yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya tersebut, yaitu menghadirkan pendekatan akademis dalam menentukan komoditas dan jenis usaha unggulan daerah,” ujar Arie.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui pesan Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Bank Indonesia, perangkat daerah, akademisi, dan seluruh stakeholder dalam mendukung penguatan ekonomi daerah.
Menurutnya, hasil penelitian KPJU harus mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor usaha yang memiliki keunggulan dan keberlanjutan.
Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam berjalan dinamis dengan berbagai masukan dari OPD, akademisi, pelaku usaha, dan lembaga pendukung. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian peserta adalah pengembangan gula aren sebagai salah satu komoditas khas Bangka Belitung yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar apabila didukung dengan hilirisasi produk, peningkatan kualitas produksi, penguatan kemasan, sertifikasi, hingga perluasan akses pasar.
Selain gula aren, peserta juga membahas sejumlah sektor potensial lainnya seperti produk olahan perikanan, usaha berbasis kelautan, sektor ekonomi kreatif, produk turunan pertanian dan perkebunan, serta berbagai produk UMKM berbasis kearifan lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Ketua LPPM UBB, Dr. Eva Utami, menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menentukan komoditas unggulan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pasar.
“Penetapan komoditas unggulan harus didukung data yang kuat, mulai dari aspek produksi, nilai ekonomi, peluang pasar, hingga keberlanjutan usaha. Dengan demikian, rekomendasi yang dihasilkan akan lebih tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui FGD Penelitian KPJU Unggulan UMKM Tahun 2026 ini, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Universitas Bangka Belitung, serta seluruh pemangku kepentingan berharap dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat daya saing UMKM, memperluas peluang usaha masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi unggulan daerah.
