PDIP Gelar Kompetisi Desain Kebaya dan Kerudung Regional IV Fatmawati Trophy 2026, Angkat Kreativitas Desainer Muda Tiga Provinsi

Laporan Pian

PANGKALPINANG,POSBERNAS– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Kompetisi Desain Kebaya dan Kerudung Regional IV Fatmawati Trophy 2026 di Kantor DPD PDIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (22/7/2026).

Kompetisi yang mempertemukan desainer muda dari Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung itu menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap sosok Ibu Fatmawati Soekarno.

Mengusung tema “Merajut Warisan, Menginspirasi Bangsa”, kegiatan ini diselenggarakan untuk meneladani semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Ibu Fatmawati Soekarno, sekaligus memperingati Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli.

Sebanyak sembilan finalis terbaik, masing-masing tiga peserta dari setiap provinsi, tampil pada babak final yang diisi dengan presentasi konsep desain serta fashion show untuk memperebutkan gelar Fatmawati Trophy 2026 Regional IV.

Ketua Panitia Pelaksana, Dessy Ayutrisna, mengatakan kompetisi ini merupakan tahapan lanjutan setelah seleksi tingkat provinsi yang sebelumnya telah dilaksanakan di masing-masing daerah.

“Ini kita mengadakan acara Fatmawati Trophy tingkat Regional IV, yaitu Provinsi Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung,” kata Dessy.
Menurutnya, setiap provinsi mengirimkan tiga desainer terbaik hasil seleksi daerah sehingga total terdapat sembilan finalis yang bersaing di tingkat regional.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah mengadakan tingkat Bangka Belitung dan dipilih tiga orang terbaik untuk diikutsertakan pada tingkat regional hari ini. Jadi setiap daerah tiga orang, sehingga total ada sembilan peserta,” ujarnya.

Dessy mengakui penyelenggaraan Fatmawati Trophy Regional IV di Bangka Belitung merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh DPD PDIP Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan tahun berikutnya dapat berlangsung lebih baik.

“Persiapannya memang tidak lama, hanya beberapa hari. Karena ini juga baru pertama kali diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, maka segala kekurangan tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun depan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kompetisi tersebut merupakan bagian dari agenda nasional PDIP dalam mengenang jasa Ibu Fatmawati sekaligus mendorong pelestarian budaya kebaya sebagai identitas bangsa.

“Di tingkat pusat lomba ini dilaksanakan untuk mengenang Ibu Fatmawati, melestarikan budaya kebaya, sekaligus menjadi wadah kreativitas para desainer muda, baik di Bangka Belitung maupun di tingkat regional,” katanya.

Dessy juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang dinilai mampu menghadirkan karya dengan filosofi yang kuat dan penuh makna.

“Saya mengapresiasi dan cukup bangga terhadap para peserta yang sudah sampai di tahap ini.
Mereka berusaha maksimal menampilkan desain terbaik, mulai dari pemilihan filosofi hingga diwujudkan menjadi karya kebaya yang luar biasa,” tuturnya.

Menurutnya, kesungguhan para peserta menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian budaya Indonesia.

“Mereka benar-benar serius dan sungguh-sungguh menampilkan karya terbaik. Ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang, sekaligus menjadi motivasi agar ke depan semakin banyak event serupa untuk melestarikan budaya yang ada di Bangka Belitung,” pungkasnya.