Laporan Baim
BANGKA, POSBERNAS – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri perikanan menjadi langkah penting dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Program Studi Perikanan Tangkap, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung mengadakan kegiatan “Rekonstruksi Kurikulum Program Studi Perikanan Tangkap”.kegiatan berlangsung di ruang Akustik Gedung D FPPK UBB, Kamis 15 /10/26
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 23 peserta antara lain:
Kepala LPMPP UBB, Dekan FPPK UBB,
Ketua Jurusan Pertanian, Kepala PPN Sungailiat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Bangka Belitung, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka,
KSOP Pangkal Balam Provinsi Kep.Bangka Belitung, Badan Mutu KKP Bangka Belitung, Pimpinan PT Cahaya Bintang Laut Abadi, Ketua HSNI Provinsi Kep. Bangka Belitung, Alumni Mahasiswa Prodi Perikanan Tangkap UBB, SMKN 4 Pangkalpinang (Helli Meilani Hasil Perikanan), Agribisnis Pengolahan, SMK Negeri 4 Pangkalpinang (Nautika Kapal Penangkap Ikan), SMK Negeri 2 Sungailiat, MPHPI Korwil Babel, Satwas SDKP Bangka Ketua Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Balai Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Mahasiswa Program studi Perikanan Tangkap Angkatan 2022, Mahasiswa Program studi Perikanan Tangkap Angkatan 2023, Mahasiswa Program studi Perikanan Tangkap Angkatan 2024, Mahasiswa Program studi Perikanan Tangkap Angkatan 2025, Mahasiswa Program studi Perikanan Tangkap Angkatan 2026.
DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi, kebutuhan nelayan, dan perkembangan dunia usaha serta industri perikanan.
Ketua DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan, S.PKP, memandang bahwa rekonstruksi kurikulum perlu diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menguasai keterampilan teknis, memahami kondisi riil masyarakat pesisir, serta mampu menjawab tantangan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
Menurut perspektif HNSI, kurikulum pendidikan perikanan tangkap perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi penangkapan ikan, navigasi dan keselamatan pelayaran, pengelolaan sumber daya ikan, penanganan hasil tangkapan, rantai pasok perikanan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha perikanan.
Selain itu, aspek keselamatan nelayan, perlindungan lingkungan laut, penguatan kelembagaan nelayan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir juga perlu memperoleh perhatian dalam proses pengembangan kurikulum.
HNSI Siap Mendorong Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan
DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memandang bahwa organisasi nelayan dapat menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam menjembatani teori akademik dengan pengalaman nyata di lapangan.
Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui pelibatan nelayan sebagai narasumber praktisi, program magang mahasiswa di lingkungan usaha perikanan, penelitian bersama, praktik lapangan, serta penyusunan materi pembelajaran yang berangkat dari persoalan dan kebutuhan nelayan di daerah.
Dengan keterlibatan pemangku kepentingan, kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, baik sebagai tenaga profesional di sektor perikanan, pengusaha perikanan, pendamping masyarakat pesisir, peneliti, maupun wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
DPD HNSI juga mendorong agar pengembangan kurikulum memperhatikan karakteristik wilayah Kepulauan Bangka Belitung, yang memiliki potensi kelautan dan perikanan serta masyarakat pesisir yang menggantungkan mata pencahariannya pada sumber daya laut.
Membangun Masa Depan Perikanan Bangka Belitung
Rekonstruksi kurikulum bukan sekadar pembaruan mata kuliah, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara Universitas Bangka Belitung, organisasi nelayan, pemerintah, pelaku usaha, dan industri perikanan diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, inovatif, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya laut.
DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat nelayan, sehingga ilmu pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan nelayan.
DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen mendukung penguatan pendidikan perikanan yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat pesisir demi terwujudnya sektor kelautan dan perikanan yang maju serta berkelanjutan.” pungkasnya
