Laporan Baim
PANGKALPINANG, POSBERITA NASIONAL – Hitung mundur peringatan setengah abad Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) mulai bergema hingga ke ujung negeri. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Babel tancap gas melakukan konsolidasi.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Emas KKSS ke-50 Tahun 2026, BPW KKSS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat penguatan organisasi yang krusial dan strategis.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua BPW KKSS BABEL Darwis Netta berlangsung di Kafe Batu Rusa Coffee, Jalan Depati Hamzah, Air Itam, tepat di sebelah Indomaret Perumahan Tanjung Bunga, Pangkalpinang.Rabu (04/11/26)
Pemilihan kafe sebagai lokasi rapat mencerminkan semangat baru KKSS Babel yang ingin membangun komunikasi yang cair, milenial, namun tetap substansial.
Ketua BPW KKSS Babel, Darwis Netta, melalui Sekretaris BPW KKSS Babel, Wirawan E, kepada media ini menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar rapat rutin, melainkan rapat penentuan arah gerak organisasi dalam menyambut usia emas.
Menurutnya, ada tiga agenda besar yang akan menjadi fokus pembahasan mendalam dalam rapat tersebut.
Pertama, Pemantapan Rangkaian HUT Emas ke-50.HUT ke-50 KKSS yang mengusung tema besar persatuan dan pengabdian ini akan diperingati secara nasional. BPW KKSS Babel akan menyiapkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat.
Kedua, Konsolidasi Struktur Hingga ke Daerah. Rapat akan memperkuat sinergi antara Pengurus Wilayah dengan seluruh Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS di 7 Kabupaten/Kota se-Babel, mulai dari Bangka, Belitung, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung Timur, hingga Kota Pangkalpinang.
Ketiga, Peneguhan Peran Strategis KKSS di Babel. KKSS harus semakin mengukuhkan diri sebagai wadah silaturahmi utama warga Sulsel di perantauan, sekaligus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Babel dalam pembangunan.
“KKSS adalah rumah besar kita. HUT ke-50 ini harus kita jadikan momentum untuk semakin memperkuat persatuan, melestarikan budaya Bugis-Makassar-Mandar-Toraja, dan berkontribusi nyata untuk Babel,” tegas Wirawan E
Ia menambahkan, filosofi pelaut Bugis-Makassar yang terkenal tangguh harus tercermin dalam gerak organisasi. Di usia emas, KKSS dituntut untuk lebih adaptif, inklusif, dan kolaboratif.
“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Kita warga Sulsel di Babel harus menjadi warga yang baik, taat hukum, dan ikut membangun Babel yang kita cintai bersama ini. Itulah jati diri KKSS,” tambahnya.
Lebih lanjut, dalam rapat nanti juga akan dimatangkan rencana kegiatan sosial, budaya, dan bakti untuk masyarakat dalam rangka menyemarakkan HUT KKSS ke-50 Tahun 2026. Beberapa program unggulan yang mengemuka diantaranya adalah Gerakan Donor Darah Massal, Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim, Festival Budaya 4 Etnis Sulsel (Bugis, Makassar, Mandar, Toraja), Dialog Kebangsaan, serta Jalan Sehat Kerukunan.
HUT KKSS ke-50 Tahun 2026 sendiri merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Didirikan pada 12 November 1976 di Makassar oleh para tokoh pendiri, KKSS kini telah tumbuh menjadi organisasi kekerabatan terbesar dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia bahkan mancanegara. Usia 50 tahun menandakan kematangan dan kedewasaan organisasi dalam menjaga persatuan di tengah kebhinekaan.
Dengan dilaksanakannya rapat penguatan organisasi ini, BPW KKSS Babel optimistis seluruh warga KKSS di Negeri Serumpun Sebalai akan semakin solid, kompak, dan siap menyukseskan HUT Emas KKSS ke-50 yang berkesan, bermakna, dan membanggakan bagi seluruh keluarga besar Sulawesi Selatan,”pungkasnya.
