
Laporan Pian,Baim
BANGKA,POSBERNAS – Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Katim Wasev) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Brigjen TNI Mateus Jangkung Widyanto, S.I.P., M.Tr.(Han), memberikan apresiasi tinggi kepada Forum Masyarakat Petani (Formap) Bangka Belitung atas inovasi pengolahan limbah menjadi pupuk organik PUFA yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Forum Masyarakat Petani (Formap) Bangka Belitung bersama Kodim 0413/Bangka juga menyerahkan 100 paket Pupuk PUFA kepada para petani di Dusun Pekul, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.
Pembagian pupuk itu mendapat perhatian langsung dari Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Katim Wasev) TMMD, Brigjen TNI Mateus Jangkung Widyanto, yang menilai kolaborasi antara TNI dan Formap Bangka Belitung menjadi contoh
Apresiasi tersebut disampaikan Brigjen TNI Mateus Jangkung Widyanto saat melakukan kunjungan pengawasan dan evaluasi TMMD ke-129 di Kampung Pekul, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Jumat (7/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Jangkung menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan Formap Bangka Belitung merupakan contoh nyata pemberdayaan masyarakat yang mampu mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Ia menilai pemanfaatan limbah organik, sisa pembakaran, serta material pendukung lainnya menjadi pupuk organik merupakan langkah inovatif yang layak mendapat dukungan karena mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan petani sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kerja sama dalam pembuatan pupuk ini sudah terbukti memberikan manfaat. Pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat sudah menunjukkan hasil. Limbah yang sebelumnya menjadi sampah kini dapat diolah menjadi pupuk yang berguna bagi para petani,” ujar Brigjen TNI Jangkung.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari sinergi yang telah terjalin antara Formap Bangka Belitung dengan Korem 045/Garuda Jaya dan Kodim 0413/Bangka dalam mendorong lahirnya alternatif pupuk yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, pupuk organik PUFA diproduksi dari berbagai bahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, seperti limbah sayuran, FABA batu bara, serta enzim, sehingga mampu menghasilkan pupuk yang telah terbukti efektif membantu pengembangan sektor pertanian di Bangka.
“Hari ini saya selaku Ketua Tim Evaluasi bersama satuan melaksanakan pengecekan TMMD ke-129 di Kodim Bangka. Tadi juga kami menyaksikan pembagian pupuk hasil kerja sama dengan Formap kepada para petani. Pupuk ini sangat baik karena dibuat dari barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai, seperti sisa sayuran yang dipadukan dengan FABA batu bara dan enzim,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut telah berjalan cukup lama dan menjadi alternatif yang mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
“Pupuk ini sudah lama bekerja sama antara Formap dengan Korem 045/Garuda Jaya maupun Kodim 0413/Bangka. Selain harganya lebih murah, manfaatnya juga sudah terbukti dalam mendukung pengembangan pertanian, khususnya di Bangka,” tegasnya.
Brigjen TNI Jangkung juga menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gorong-gorong, tetapi juga memiliki komitmen memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa.
“Yang terpenting adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang dilakukan Formap Babel ini menjadi contoh bagaimana sebuah inovasi dapat membantu petani dan mendukung pembangunan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Petani (Formap) Bangka Belitung, M. Syarif Hidayatullah atau yang akrab disapa Bang Arif, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Katim Wasev TMMD terhadap inovasi yang dikembangkan Formap.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi Formap untuk terus mengembangkan pupuk organik berbahan dasar limbah yang ramah lingkungan, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Kami ingin terus membantu para petani memperoleh pupuk yang berkualitas dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar. Dukungan dari TNI menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bang Arif.
Kunjungan Katim Wasev TMMD tersebut sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa melalui inovasi yang berorientasi pada ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
