Laporan Alpian,Baim
BANGKA SELATAN, POSBERNAS – Penanganan kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, terus berlanjut hingga Minggu (11/10/2026) pagi. Berdasarkan laporan sementara BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pukul 07.00 WIB, sekitar 500 rumah warga terdampak kebakaran dengan jumlah mencapai 500 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.000 jiwa.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Langkah ini dilakukan mengingat sebagian besar rumah warga yang terdampak menggunakan material kayu dan papan yang mudah terbakar.
Selain memastikan kondisi lokasi tetap aman, tim gabungan juga menyiapkan fasilitas pengungsian bagi warga yang terdampak musibah tersebut.
Dalam laporan terbaru BPBD, SDN 7 Simpang Rimba disiapkan sebagai lokasi pengungsian warga terdampak. Sekitar 60 orang dilaporkan telah menempati ruang kelas sekolah tersebut.
Sementara itu, sebagian besar warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun sanak saudara yang tidak terdampak kebakaran.
Meski jumlah pengungsi di dalam kelas tidak terlalu banyak, tenda pengungsian milik BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap didirikan di halaman SDN 7 Simpang Rimba. Langkah tersebut dilakukan menyusul koordinasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan.
Di lokasi yang sama, Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menyiapkan Dapur Umum Lapangan (Dumlap) untuk mendukung kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Berdasarkan pembaruan sementara pukul 07.00 WIB, jumlah rumah terdampak diperkirakan mencapai 500 unit, dengan total sekitar 500 KK atau 2.000 jiwa.
BPBD menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan lebih lanjut. Adapun fasilitas umum yang turut terdampak hingga saat ini masih dalam pendataan.
Dalam laporan yang sama, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa kebakaran tersebut.
Sejumlah unsur terus terlibat dalam penanganan pascakebakaran, mulai dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Babel, pemadam kebakaran, Dinas Sosial, unsur kepolisian, SAR, hingga instansi terkait di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah.
Berbagai sarana dikerahkan untuk mendukung penanganan, termasuk kendaraan pemadam kebakaran, mobil rescue, mobil tangki air, kendaraan pengangkut logistik, tenda pengungsian, serta fasilitas dapur umum lapangan.
Sebelumnya, kebakaran mulai terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Api diduga bermula dari kebakaran lahan di dekat permukiman penduduk, kemudian dengan cepat merambat akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering.
Hingga Minggu pagi, petugas masih melanjutkan proses pendinginan dan penanganan warga terdampak. Pendataan jumlah kerusakan rumah, warga terdampak, serta fasilitas umum masih dilakukan oleh petugas terkait.
