DPRD Babel Perkuat Peran BAZNAS, Zakat Diarahkan Tepat Sasaran

Laporan Pian

PANGKALPINANG,POSBERNAS — Upaya memperluas manfaat zakat bagi masyarakat kembali mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (7/4/2026). Komitmen tersebut tidak hanya sebatas wacana, melainkan diarahkan agar zakat, infak, dan sedekah benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menekankan pentingnya mengoptimalkan pengumpulan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di tingkat provinsi.

“Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah ini harus dioptimalkan, bukan hanya dari ASN, tetapi juga menjangkau semua elemen, termasuk perusahaan swasta dan perbankan,” ujarnya.

Menurut Didit, potensi zakat di Bangka Belitung tergolong besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia pun menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran BAZNAS, termasuk melalui dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

“Ke depan, operasional BAZNAS insya Allah akan didukung oleh APBD Provinsi, sehingga tidak mengganggu dana zakat masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai dukungan tersebut penting agar seluruh dana zakat yang terkumpul dapat difokuskan bagi para mustahik, khususnya masyarakat kurang mampu.

“Zakat ini harus benar-benar menyentuh masyarakat di bawah, terutama untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga membantu mereka yang terjerat pinjaman online dan rentenir,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut juga terungkap bahwa penghimpunan zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih belum optimal. Saat ini, skema zakat profesi sebesar 2,5 persen dari penghasilan telah diterapkan, namun pelaksanaannya belum maksimal.

“Bayangkan, ada sekitar 5.045 ASN. Kalau ini optimal, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” kata Didit.

Ia juga mendorong BAZNAS agar lebih aktif melakukan sosialisasi ke organisasi perangkat daerah (OPD) serta memperluas jangkauan ke sektor swasta.

Di sisi lain, pihak BAZNAS menyambut baik dukungan DPRD tersebut. Mereka berharap penguatan regulasi dan dukungan anggaran dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kembali penghimpunan zakat yang dalam setahun terakhir mengalami penurunan.

Bagi DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi solusi sosial yang nyata. Ke depan, BAZNAS diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat kecil, mulai dari pedagang hingga keluarga prasejahtera, agar terbebas dari jeratan utang berbunga tinggi.

Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, zakat diharapkan dapat menjadi jembatan kepedulian yang menghubungkan antara masyarakat mampu dan yang membutuhkan, sekaligus menghadirkan keadilan sosial yang lebih merata di Bangka Belitung.