Camat Bengkalis Apresiasi Pelatihan Pembibitan Kopi Liberika di Desa Pedekik, Dorong Ekonomi Berbasis Gambut

Laporan jurnalis : Tengku Maha Sabirin

BENGKALIS – Upaya pengembangan kopi liberika sebagai komoditas unggulan di lahan gambut terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal ini terlihat dalam kegiatan Pelatihan Penyemaian dan Pembibitan Kopi Liberika yang digelar di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, hasil kolaborasi Yayasan Gambut bersama Bahtera Melayu.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan, yang menilai pelatihan tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

Pelatihan diikuti oleh Kelompok Tani Pedekik Lestari, mahasiswa pecinta alam dari Politeknik Negeri Bengkalis, pemuda desa, serta masyarakat setempat. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mulai dari teknik penyemaian benih, pembibitan, hingga perawatan bibit kopi liberika yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Rafli Kurniawan menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Gambut dan Bahtera Melayu yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Gambut dan Bahtera Melayu yang telah menghadirkan pelatihan ini. Pengembangan kopi liberika merupakan peluang ekonomi yang sangat potensial bagi masyarakat Bengkalis, terutama di kawasan lahan gambut. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga bekal untuk membangun usaha tani yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Rafli, kopi liberika memiliki keunggulan karena mampu tumbuh optimal di lahan gambut dan memiliki cita rasa khas yang semakin diminati pasar. Oleh karena itu, kualitas bibit menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya dan produktivitas tanaman.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis potensi lokal.

“Kopi liberika berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Bengkalis yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan gambut,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Bahtera Melayu, Defitri Akbar, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengelolaan lahan gambut yang produktif dan lestari.

Menurutnya, keberhasilan budidaya kopi sangat ditentukan oleh kualitas bibit yang dihasilkan sejak tahap awal.

“Keberhasilan pengembangan kopi dimulai dari bibit yang unggul. Karena itu, pelatihan penyemaian dan pembibitan seperti ini sangat strategis untuk melahirkan petani-petani yang mampu menghasilkan bibit berkualitas dan meningkatkan hasil produksi di masa mendatang,” katanya.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui sesi teori dan praktik lapangan. Materi disampaikan oleh Raja Alvian mengenai agroforestri dan ekosistem gambut, serta Tuti Sarinam yang membahas teknik penyemaian dan pembibitan kopi liberika.

Peserta mendapatkan pembelajaran langsung mulai dari pemilihan benih unggul, teknik penyemaian, pembuatan media tanam, pemeliharaan bibit, hingga kesiapan bibit untuk ditanam di lahan. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Di tempat yang sama, Penjabat Kepala Desa Pedekik, Syaiful Anwar, menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Gambut dan Bahtera Melayu yang telah memilih Desa Pedekik sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan.

“Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya para petani, dalam mengembangkan kopi liberika sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus ramah terhadap ekosistem gambut,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga Desa Pedekik mampu berkembang menjadi salah satu sentra pengembangan kopi liberika di Kabupaten Bengkalis dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.