Nelayan, UMKM, dan Pendidikan Jadi Sorotan dalam Reses Perdana Tahun 2026 Narulita Sari di Desa Kota Kapur

Laporan Pn

BANGKA,POSBERNAS – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Fraksi Gerindra, Narulita Sari, S.E., M.M., melaksanakan reses hari pertama Masa Sidang I Tahun Sidang II 2026 di kediaman Bapak Tukel, Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan reses tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama perangkat desa dan masyarakat setempat.

Dalam dialog terbuka itu, warga Desa Kota Kapur menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan mendesak. Aspirasi yang mengemuka meliputi pembangunan tambat labuh perahu atau dermaga, bantuan pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana jalan, hingga ketersediaan mobil ambulans desa.

Narulita Sari menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan, meskipun tidak semuanya berada dalam lingkup komisinya.

“Sampaikan saja apa pun yang menjadi keinginan masyarakat. Kalau pun tidak sesuai dengan komisi kami, tetap akan kami sampaikan kepada rekan-rekan komisi lainnya agar aspirasi masyarakat Desa Kota Kapur bisa terbantu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi besar Desa Kota Kapur dari sisi sejarah dan pariwisata.

“Desa Kota Kapur memiliki sejarah besar dengan adanya Prasasti Kota Kapur. Ini bisa menjadi tujuan wisata unggulan. Harapannya, jika pariwisata berkembang, pendapatan desa juga akan meningkat,” tambah Narulita.

Sementara itu, Kepala Desa Kota Kapur, Edi Candra, menyampaikan bahwa desanya memiliki potensi pesisir dan pariwisata yang kuat.

“Kami hidup di wilayah pesisir, sebagian masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, kami juga memiliki kerajinan bijih nipah yang menjadi salah satu UMKM desa,” jelasnya.

Terkait pembangunan dermaga atau tambat labuh perahu, Narulita Sari memastikan bahwa anggaran telah tersedia.

“Anggarannya sudah ada. Kita pastikan tidak ada penghambat yang bisa menghambat pembangunan jeti atau tambat perahu tersebut,” tegasnya.

Dari sisi pelayanan kesehatan, warga bernama Amri meminta agar pengadaan mobil ambulans menjadi prioritas.

“Mobil desa selama ini digunakan untuk mengantar orang sakit dan keperluan darurat lainnya. Kami mohon agar ambulans benar-benar diprioritaskan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan aspirasi terkait fasilitas olahraga sepak bola, di mana dua lapangan bola di desa masih kekurangan sarana seperti gawang dan pagar yang belum selesai dibangun.

Menanggapi hal itu, Narulita Sari menyatakan komitmennya untuk membantu.

“Terkait ambulans, akan kami dorong dan bantu agar Desa Kota Kapur memiliki mobil ambulans. Untuk fasilitas sepak bola juga akan kami akomodir, agar bisa segera terealisasi,” katanya.

Warga lainnya, Pazili, menyampaikan perhatian khusus pada anak-anak sekolah dasar yang memiliki keterbatasan pendengaran.

“Ada anak-anak kami yang membutuhkan alat bantu pendengaran. Kami mohon ada perhatian untuk mereka,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi dermaga yang rusak sehingga menghambat aktivitas wisata dan nelayan.

Menanggapi hal tersebut, Narulita Sari memastikan aspirasi tersebut akan diteruskan ke dinas terkait.

“Untuk anak-anak dengan keterbatasan pendengaran, nanti akan kami dorong dan sampaikan ke dinas terkait agar bisa mendapatkan bantuan,” ucapnya.

Perwakilan DKP Babel, Agus Wahyudi, menambahkan bahwa pembangunan dermaga akan menyesuaikan kesepakatan masyarakat.

“Kami serahkan kepada masyarakat dermaga mana yang akan dibangun terlebih dahulu, sesuai kesepakatan warga Desa Kota Kapur,” jelasnya.

Reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat Desa Kota Kapur untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus menegaskan komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.